Bangladesh Ajak Len Industri Garap Persinyalan Kereta

Irene, Jurnalis · Senin 02 Maret 2020 09:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 02 320 2176691 bangladesh-ajak-len-industri-garap-persinyalan-kereta-T0Z8Xzw0io.jpg Menteri Perkeretaapian Bangladesh Nurul Islam Kunjungi Pabrik Len Industri. (Foto: Okezone.com/Dok. BUMN)

JAKARTA - Menteri Perkeretaapian Bangladesh Nurul Islam Sujan membuka peluang kerjasama dengan PT Len Industri. Hal tersebut disampaikan saat dirinya melakukan kunjungan ke PT Len Industri (Persero) di Bandung.

Sujan mengatakan, Len adalah salah satu perusahaan transportasi kereta api yang saat ini menjadi leader dalam bidang sistem pensinyalan kereta api, sistem gardu induk, sistem tenaga, sistem telekomunikasi, dan sistem SCADA di Indonesia. Oleh karena itu, dirinya mengundang Len Industri untuk ke Bangladesh untuk mengekplorasi transportasi kereta apai dan memulai kerjasama.

Baca Juga: LEN Rambah Bisnis PLTS hingga Charging Station

“Saya dalam kesempatan ini juga ingin mengundang Anda mengunjungi Bangladesh pada waktu yang tepat untuk membahas dan mengeksplorasi kemungkinan kerjasama transportasi kereta untuk kesejahteraan bersama kedua negara ini,” ujarnya, dalam keterangan Kementerian BUMN, Senin (2/3/2020).

Dirinya pun sangat tertarik saat melihat beroperasinya produk persinyalan Len Industri. Dirinya melihat langsung sistem persinyalan SiLSafe 4000 milik Len yang beroperasi di Stasiun Madiun, jalur ganda Lintas Selatan Jawa.

Baca Juga: PT Len Industri Raup Pendapatan Rp3,43 Triliun pada Kuartal III 2018

"Good and excellent product," ujar Menteri Sujan.

Sebelumnya Indonesia di bidang perkeretaapian sudah menyuplai modifikasi sistem persinyalan kereta di Jalur Ishurdi-Joydepur oleh PT Len Industri dan ratusan gerbong kereta oleh PT INKA.

Di level nasional, Len sendiri sudah memasang produknya di 219 stasiun, di sepanjang jalur 2.430 Km di seluruh Indonesia selama 37 tahun terakhir.

Sedangkan Bangladesh, sejak 2009 melalui kepemimpinan PM Sheikh Hasina memberikan prioritas utama untuk investasi di sektor transportasi kereta. Kini, mereka memiliki 259 lokomotif, 1.624 gerbong penumpang, 3.486 gerbong (wagon) dengan total panjang lintasan 2.955 Km untuk melayani 43 distrik di Bangladesh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini