JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani telah memikirkan strategi untuk menekan jumlah utang pada tahun 2017. Menurutnya, salah satu hal yang dilakukan adalah dengan memperbaiki fundamental ekonomi Indonesia. Sebab, semakin baik keadaan ekonomi Indonesia, maka akan semakin besar kemungkinan Indonesia untuk terbebas dari utang.
"Kalau kita melihat secara keseluruhan, jika fondasi ekonominya baik, maka biaya setiap Rupiah yang akan digunakan untuk utang akan lebih rendah," tuturnya di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (25/10/2016).
Hanya saja, hingga saat ini penerimaan pada sektor perpajakan memang masih belum optimal. Untuk itu, perlu dilakukan berbagai upaya agar penerimaan negara dapat meningkat melalui sektor perpajakan.
"Indonesia dianggap dari sisi size atau ukuran belanjanya itu masih kecil. Tapi itu bukan dianggap karena efisien, tetapi karena kemampuan kita untuk menerima pajak di dalam hal mendanai belanja itu dianggap masih kurang dan kita akui dari sisi penerimaan pajak kita, kita masih perlu melakukan reformasi untuk memperbaiki rasio penerimaan pajak," kata Sri Mulyani.
"Kedua, kalau dari sisi pemilihan belanja, pendidikan yang tinggi, kesehatan yang dalam hal ini, saya masih nggak yakin kalau itu dianggap tinggi. Mereka mengatakan bahwa kualitas pendidikan yang paling penting dan dari sisi peranan pemda untuk bisa memperbaiki kualitas belanja itu menjadi penting," imbuhnya.
Untuk itu, Sri Mulyani meminta peran serta dari pejabat daerah meningkatkan berbagai sektor yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi negara. Termasuk sektor fundamental seperti pendidikan dan kesehatan.
Dengan begitu, maka ekonomi Indonesia dapat tumbuh stabil. Utang Pemerintah pun dapat ditekan pada tahun 2017 hingga jangka panjang.
"Tapi saya tidak mengatakan tidak front loading. Saya akan mengatakan bahwa kebijakan dari sisi untuk pembiayaan akan dilakukan seharmonis mungkin dengan jumlah belanja yang akan dilakukan dan jumlah pajak yang kita coba untuk koleksi secara jauh lebih predictable," tutupnya.
(Raisa Adila)