Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OJK: 80% BPR Tutup karena Lakukan Penyimpangan

Dedy Afrianto , Jurnalis-Senin, 14 November 2016 |10:05 WIB
OJK: 80% BPR Tutup karena Lakukan Penyimpangan
Ilustrasi : Okezone
A
A
A

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga saat ini fraud masih jadi penyebab tertinggi dari ditutupnya Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Bahkan, 80% penyebab tutupnya BPR dikarenakan adanya fraud.

"Fraud di perbankan banyak terjadi di BPR. 80% penutupan BPR adalah karena fraud," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Nelson Tampubolon di Gedung Bidakara, Jakarta, Senin (14/11/2016).

Untuk mencegah terjadinya fraud, sejak tahun 2011 lalu telah dibentuk forum antifraud. Hanya saja, hingga saat ini hanya terdapat sekira 40 bank yang tergabung dalam forum tersebut. Nelson pun mengharapkan agar BPR dapat bergabung dalam forum ini.

"Saya apresiasi dengan forum antifraud. Diharapkan dapat meningkatkan kerjasama dalam menanggulangi fraud. Saya harap jumlah bank tidak hanya terbatas pada 40 bank tersebut. Tapi semua bank. Kalau bisa juga untuk BPR," tuturnya.

Demi mengatasi fraud, OJK pun menggandeng para penegak hukum. Sosialisasi juga dilakukan pada seluruh daerah Indonesia secara bertahap sejak tahun 2011 lalu.

"Untuk itu aparat penegak hukum dan perbankan perlu bekerja sama menjalin koordinasi untuk proses penanganan tindakan perbankan," jelasnya.

"Kegiatan yang dilakukan oleh fraud adalah untuk mencegah terjadinya fraud. Kita juga bisa menemui data pelaku yang lebih lengkap," imbuhnya.

Sekadar informasi, fraud merupakan tindakan penyimpangan yang sengaja dilakukan untuk memanipulasi pihak perbankan lain ataupun nasabah. Manipulasi ini terjadi pada lingkungan perbankan atau lingkungan lainnya yang menggunakan sarana perbankan. Hal ini pun berdampak kepada kerugian dari pihak nasabah ataupun perbankan lainnya.

(Raisa Adila)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement