Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemerintah Bangun 100 Balkondes di Seluruh Indonesia

Koran SINDO , Jurnalis-Minggu, 20 November 2016 |12:34 WIB
Pemerintah Bangun 100 Balkondes di Seluruh Indonesia
(Foto: Koran SINDO)
A
A
A

MAGELANG - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno menargetkan pada 2017 membangun 100 Balai Ekonomi Desa (Balkondes) yang tersebar di 10 destinasi wisata.

Pembangunan Balkondes tersebut untuk mendorong perekonomian desa. Dalam kunjungan di wilayah Kabupaten Magelang kemarin, Rini M Soemarno melakukan peletakan batu pertama pembangunan Balkondes untuk tahap kedua di Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur.

Acara ini juga dihadiri sejumlah pimpinan BUMN. Untuk tahap kedua, Balkondes yang dibangun selain Desa Tuksongo, yakni Majaksingi, Giritengah, Bigaran, dan Kembanglimus. Sementara dalam proses pembangunannya melibatkan lima BUMN, yakni PT Jasa Marga, PT Jasa Raharja, PT Telkom, PT Angkasa Pura I, dan PT Patra Jasa. Keberadaan Balkondes nantinya bisa dikelola secara profesional yang dilengkapi dengan homestay .

Di lokasi ini dipamerkan produk-produk kerajinan sebagai suvenir dan untuk tempat pelatihan. Nantinya di sekitar Candi Borobudur akan dibangun 20 Balkondes dan tiap Balkondes dipasok dana sebesar Rp1 miliar. “Potensi Borobudur dianggap sangat besar. Kami tekannya di daerah sini masyarakat sangat mendukung, terbuka, sangat menerima pendatang dan pengunjung,” kata Rini.

Selain itu, desa-desa sangat menarik untuk masyarakat internasional tinggal mengingat jika untuk menginap di hotel bintang lima sudah biasalah. “Tapi dibikin seperti ini menarik, tradisional, kearifan lokal kan mereka belajar budayanya juga,” kata Rini.

Balkondes yang akan dibangun tersebut bukan saja di sekitar Candi Borobudur, hal serupa akan dilakukan di Labuhan Bajo (NTT), Morotai, Danau Toba, serta di luar 10 destinasi seperti di Jawa Tengah ada di Wonosobo. “Balkondes ditargetkan TWC satu Balkondes Rp1 miliar, total 100 seluruh Indonesia pada 2017. Kemudian untuk di sini nantinya ada 100 titik homestay kira-kira 420 kamar,” kata Rini.

Rini menjelaskan, pembangunan Balkondes merupakan wujud dukungan BUMN kepada program pemerintah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia ditargetkan mencapai 20 juta orang pada 2019.

Sementara saat ini baru mencapai hampir 11 juta wisman yang berkunjung ke Indonesia. Angka tersebut dinilai tertinggal dengan negara-negara tetangga, seperti Singapura yang sudah dikunjungi 15 juta wisman dan Thailand dikunjungi lebih dari 23 juta wisman.

Sementara itu, Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Edy Setijono mengatakan, pendirian Balkondes merupakan salah satu program dalam upaya pengembangan kawasan wisata sekitar Candi Borobudur. “Kami bersinergi dengan BUMN lain melalui BUMN hadir untuk negeri dan berkomitmen untuk turut mendukung pengembangan kawasan Borobudur, khususnya pembangunan Balkondes di 20 desa,” kata Edy.

Menurut Edy, program ini merupakan salah satu stimulan bagi masyarakat untuk memotivasi warga supaya bergerak mengembangkan kawasan wisata Borobudur yang kaya potensi. “Kami PT TWC dan BUMN sponsor ini hanya salah satunya,” ujar Edy.

Untuk menyambut wisatawan, kata Edy, masyarakat harus dipersiapkan untuk menjadi tuan rumah dalam menghadapi pertumbuhan kunjungan wisatawan Borobudur, melalui pembangunan Balkondes dan penyediaan layanan kamar homestay .

Kemarin, Rini didamping Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Direktur Utama PT TWC Edy Setijono naik dalam satu andong, dari Balkondes di Desa Ngaran menuju Desa Tuksongo yang berjarak sekitar 2 kilometer. Selanjutnya, rombongan menuju Desa Kebonsari untuk meninjau potensi-potensi yang ada di desa tersebut.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement