Image

Demo 212, Menko Darmin: Fundamental Ekonomi Kita Sehat dan Kuat

Dedy Afrianto, Jurnalis · Jum'at 02 Desember 2016, 15:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 12 02 20 1557314 demo-212-menko-darmin-fundamental-ekonomi-kita-sehat-dan-kuat-WROLNJEdPu.jpg Menko bidang Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Antara)

JAKARTA - Keadaan pasar di Indonesia tetap stabil di tengah aksi damai 212. Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun bergerak di jalur hijau.

Menurut Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, stabilnya ekonomi Indonesia pada hari ini merupakan salah satu dampak dari fondasi ekonomi yang dimiliki. Akibatnya, pasar tidak merespons aksi ini secara negatif.

"Fundamental ekonomi kita sehat dan kuat. Pertama, Pertumbuhan relatif baik 5,01%. Kedua, walaupun ada kenaikan harga banyak di November inflasi di kisaran 3% dan neraca pembayaran ekspor impor belum pulih, tapi defisit transaksi berjalan dibanding PDB turun," tuturnya di Kediaman dinasnya, Jalan Widya Chandra, Jakarta, Jumat (2/12/2016).

Kuatnya fondasi ekonomi Indonesia ini juga dapat dilihat dari neraca pembayaran Indonesia yang alami perbaikan. Hal ini pun berdampak pada naiknya cadangan devisa Indonesia.

"Selain CAD menurun, itu walaupun terjadi gonjang-ganjing di pasar global, total neraca pembayarannya masih surplus. Kalau surplus artinya cadangan devisa naik, sekarang USD115 (miliar)," tuturnya.

Seperti diketahui, Bank Indonesia mendarat bahwa Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal III-2016 lalu mengalami surplus sebesar USD5,7 miliar. NPI pada kuartal ketiga ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang justru mengalami defisit sebesar USD4,6 miliar.

Total NPI kuartal ketiga ini juga tercatat lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya. Tercatat, NPI pada kuartal kedua tahun ini adalah sebesar USD2,2 miliar.

Surplus NPI ini disebabkan oleh meningkatnya surplus transaksi modal dan finansial (TMF) dibandingkan kuartal sebelumnya. TMF Kuartal III-2016 tercatat sebesar USD9,4 miliar atau lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar USD7,6 miliar.

Sedangkan dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya, TMF pada kuartal III-2016 mengalami peningkatan yang signifikan. Tercatat, TMF pada kuartal ketiga tahun lalu hanya mengalami surplus USD0,2 miliar.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini