Image

Bolehkah Suami-Istri Bekerja di Kantor yang Sama?

Agregasi Jum'at 02 Desember 2016, 16:38 WIB
https img z okeinfo net content 2016 12 02 320 1557386 bolehkah suami istri bekerja di kantor yang sama qgBlgYxlyJ jpg Ilustrasi (Foto: Flickr)

RATA-RATA pasangan suami-istri tentu berharap selalu akur dan sejalan, dalam sakit maupun sehat, senang maupun susah. Menjaga keseimbangan ini di ranah hidup pribadi sudah cukup sulit, apalagi jika ditambah dengan tantangan bekerja bersama dengan pasangan.

Beberapa perusahaan mengidentifikasi adanya potensi konflik dari keberadaan suami istri di tempat kerja yang sama. Kedekatan mereka dianggap berisiko mengganggu performa kerja, sehingga muncul larangan pasangan suami- istri bekerja di satu kantor.

Mengapa pasangan dilarang bekerja bersama?

Terkait pasangan suami istri yang bekerja di satu tempat yang sama, negara sebetulnya tidak menyatakan larangan atau izin secara eksplisit. Dalam UU Nomor 13 Tahun 2013 Tentang Ketenagakerjaan pasal 153 ayat (1) f dinyatakan bahwa pengusaha dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja dengan alasan pekerja mempunyai pertalian darah dan/atau ikatan perkawinan dengan pekerja/buruh lainnya di dalam satu perusahaan, kecuali telah diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama.

Dengan begitu, pada dasarnya perusahaan memiliki kuasa penuh untuk menentukan boleh tidaknya sepasang suami-istri bekerja berdampingan asal sebelumnya sudah ditetapkan dalam kontrak kerja atau peraturan perusahaan.

Anda yang berencana menikah dalam waktu dekat atau melamar kerja ke perusahaan tempat pasangan bekerja, silahkan terlebih dulu mengecek peraturan perusahaan mengenai topik ini karena masing-masing perusahaan memiliki pandangan berbeda. Kalaupun diperbolehkan, pasangan bisa jadi tidak diizinkan bekerja dalam departemen atau divisi yang sama. Ancaman mutasi pun kadang muncul jika peraturan ini dilanggar.

Umumnya, hal ini muncul sebagai pencegahan adanya perlakuan khusus atau tindakan nepotisme, apalagi jika salah satu pasangan berstatus senior. Selain itu, sentimen dari konflik pribadi mereka di rumah dikhawatirkan bisa terbawa ke tempat kerja, sehingga merusak suasana profesional di kantor.

Fakta dan etika pasangan bekerja di satu perusahaan

Dari hasil riset yang diterbitkan di Journal of Occupational Health Psychology, ditemukan bahwa suami istri yang bekerja bersama melaporkan kepuasan lebih tinggi di segi work life balance dan kebahagiaan personal serta profesional.

Salah satu alasannya karena dibanding dengan pasangan yang tidak bekerja di tempat yang sama, pasangan suami-istri ini lebih paham mengenai tekanan atau masalah yang dihadapi masing-masing di tempat kerja, sehingga mereka bisa saling mendukung. Lebih lagi, mereka juga punya waktu ekstra untuk bertatap muka sepanjang pekan. Pegawai yang bahagia juga cenderung jauh lebih produktif saat bekerja.

Ketika hidup pribadi dan kerja sejalan, siapa yang tidak puas?

Berbahagialah jika perusahaan tempat Anda berdua bekerja tidak mencantumkan larangan eksplisit terhadap hubungan interpersonal karena pasangan yang bekerja di perusahaan yang sama bisa meraup keuntungan di dalam maupun di luar kerja. Walau begitu, jangan lupakan sejumlah etika ini agar kehidupan profesional dan pribadi Anda senantiasa aman dan nyaman:

1. Memisahkan antara masalah pribadi dan kerja

Masalah di rumah diselesaikan di rumah dan yang di kantor tinggalkan untuk dibereskan di kantor. Sekesal apa pun Anda karena sesuatu yang pasangan lakukan di rumah, jangan sampai perasaan Anda mengaburkan logika dan pemikiran Anda di tempat kerja, begitu pula sebaliknya.

2. Menyeimbangkan rasa hormat

Salah satu dari Anda mungkin menduduki posisi senior saat bekerja. Meski begitu, selalu ingat untuk menghormati pasangan Anda baik di tempat kerja maupun di rumah. Sepakati bahwa Anda dan pasangan adalah individu yang setara dan tidak ada yang namanya senior atau junior dalam hubungan ini.

3. Memperlancar komunikasi

Komunikasi adalah kunci. Hanya karena Anda bertemu dan bicara setiap hari bukan berarti suara hati Anda selalu terdengar, terutama jika tersangkut kesibukan kerja. Baik Anda butuh sedikit waktu sendiri atau ada uneg-uneg yang mengganjal hati, jadwalkan sesi bertukar pikiran dan bahas dengan baik-baik. Tapi tetap ingat poin nomor satu dan bicarakan masalah pribadi hanya di luar jam kerja.

4. Pahami prioritas

Tentu idealnya Anda dan pasangan sama-sama menomorsatukan pernikahan, namun di penghujung hari, setiap orang memiliki prioritas berbeda. Pastikan Anda berdua paham dan sebisa mungkin menyelaraskan prioritas tersebut. Jika bekerja bersama mengganggu hubungan atau sebaliknya, siapkan rencana, misalnya meminta pergantian divisi atau berhenti bekerja. Lagi-lagi, komunikasi adalah kunci. Selalu bahas keputusan penting terlebih dulu dengan pasangan.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini