nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PLTGU Jawa 1 Dinilai Proyek Strategis

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 12 Januari 2017 10:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 01 12 320 1589457 pltgu-jawa-1-dinilai-proyek-strategis-QsrJV6n4xq.jpg Ilustrasi : Okezone

JAKARTA - Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa 1 dinilai sebagai proyek infrastruktur kelistrikan strategis.

Apabila dibatalkan, dikhawatirkan akan mengganggu iklim investasi di sektor energi. Pembatalan pembangunan PLTGU berkapasitas 1.600 megawatt (MW) yang tendernya dimenangkan konsorsium PT Pertamina (Persero), Marubeni, dan Sojitz, disebabkan karena kendala pasokan LNG. “Apabila dibatalkan tentu menyalahi prosedur, apalagi jika membatalkan pemenang tender,” ujar pengamat energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi di Jakarta kemarin.

Tender pembangunan PLTGU Jawa 1 selain diikuti oleh konsorsium Pertamina, juga diikuti oleh konsorsium Mitsubishi Corp, JERA, PT Rukun Raharja Tbk, dan PT Pembangkitan Jawa Bali. Ada pula PT Adaro Energy Tbk yang menggandeng Sembcorp Utilities PTY Ltd, kemudian konsorsium yang terdiri atas PT Medco Power Generation Indonesia, PT Medco Power Indonesia, Kepco dan Nebras Power.

Sesuai ketentuan kontrak, jual-beli listrik disepakati pada pertengahan Desember 2016 atau 45 hari setelah PLN mengumumkan pemenang tender, namun jadwal tersebut mundur. Jika terjadi pembatalan tentu akanmemengaruhiprogrampengadaanlistrik35.000MWyang dicanangkan oleh pemerintah.

Harga listrik yang ditawarkan konsorsium Pertamina- Marubeni-Sojitz sebesar USD0,055 per kWh, lebih murah dibanding peserta tender lainnya, seperti yang ditawarkan konsorsium Adaro yang mencapai USD0,064 per kWh, dan konsorsium Mitsubishi USD0,065 per kWh. PLN memilih pemenang tender berdasarkan harga-jual listrik yang paling rendah, teknologi yang digunakan, hingga kesiapan lahan untuk membangun.

“Proyek PLTGU Jawa I harus segera direalisasikan, karena perintah Presiden Jokowi kan 35.000 MW jalan terus, dan PLTGU Jawa I ini cukup strategis,” kata pengamat kelistrikan Fabby Tumiwa . Fabby menuturkan, PLTGU Jawa 1 direncanakan sudah mulai konstruksi pada awal 2017, sehingga bisa beroperasi pada awal 2019. “Dengan kondisi saat ini, jika proyek mulai konstruksi akhir 2017, masih bisa terkejar 1 unit di akhir 2019.

Tapi jika tidak, bakal molor ke 2020 atau 2021,” ujarnya. Sementara, Direktur Center for Energy Policy Kholid Syerazi mengatakan, tak menutup kemungkinan bahwa proyek ini akan mengalami kegagalan dan tender ulang. Hal itu terjadi jika tidak ada kesepakatan antara PLN dan pemenang pertama. Jika dalam hal ini PLN kemudian menganggap pemenang pertama tidak layak menangani proyek, lanjut Kholid, maka PLN sebagai pemilik proyek berhak mengalihkan kepada pemenang kedua.

“Dan jika pemenang kedua juga dianggap tidak layak, maka PLN bisa mengadakan tender ulang. Memang semua harus melalui mekanisme, namun hal itu bisa saja terjadi,” kata Kholid. Kepala Satuan Komunikasi Korporat PT PLN I Made Suprateka menegaskan, PLTGU Jawa I masih dalam proses. “Jadi tidak ada pembatalan, semua masih dalam proses,”ujarnya kepada KORAN SINDO .

(rai)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini