nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pertamina Masih Lanjutkan Tender PLTGU Jawa I

Raisa Adila, Jurnalis · Jum'at 24 Juni 2016 21:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 06 24 320 1424752 pertamina-masih-lanjutkan-tender-pltgu-jawa-i-hVQSLpwAtV.jpg Ilustrasi : Okezone

JAKARTA - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto menegaskan, Pertamina tetap melanjutkan keikutsertaan dalam lelang Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Jawa I di Muara Tawar, Bekasi.

Perusahaan minyak dan gas nasional tersebut tetap berminat membangun pembangkit listrik dengan kapasitas 2x800 megawatt (mw) itu dan melanjutkan proses tender, meskipun pasokan gas tidak akan lagi disediakan pemenang tender. “Ya, kami akan terus ,” kata Dwi dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat (24/6/2016).

Dia mengaku tidak keberatan, meskipun dalam proses lelang, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mengubah skema penyediaan energi primer. Perubahan tersebut adalah, jika sebelumnya penyediaan energi primer dilakukan produsen listrik swasta (independent power producer /IPP) pemenang tender, sekarang disediakan oleh PLN.

Dwi bahkan berharap, bahwa gas yang disediakan oleh PLN memiliki harga yang kompetitif. “Tidak apa, kan kami nanti lihat gas dari PLN kompetitif atau tidak,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, PLN mengubah konsep lelang, hanya beberapa waktu sebelum lelang dibuka pada 25 Juli 2016. Atas perubahan tersebut, Pertamina sempat melayangkan surat kepada PT Perusahaan Listrik Negra (PLN), pada 13 Mei 2016.

Pertamina keberatan jika PLN memutuskan untuk mengubah skema lelang. Hal ini lantaran persiapan konsorsium untuk mengikuti lelang pembangkit berikut dengan pasokan gasnya akan ikut berubah, terlebih Pertamina sudah menggandeng Total Gas.

Pertamina memang telah mempersiapkan diri mengikuti lelang tersebut. Pertamina juga telah membentuk konsorsium dan bertindak sebagai ketua. Dalam konsorsium tersebut, Pertamina menggandeng Marubeni Corporation, General Electric sebagai penyedia teknologi, serta Total Gas & Power untuk membantu sebagai pemasok gas.

Untuk membangun pembangkit tersebut, Pertamina telah menyiapkan dana investasi USD2 miliar. Investasi tersebut sudah termasuk pembangunan unit penyimpanan dan regasifikasi gas terapung (floating storage regasification unit /FSRU). Untuk kebutuhan dana sebesar 70 persen akan berasal dari pinjaman, sedangkan 30 persen sisanya merupakan ekuitas perseroan.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini