NEW YORK - Arsitektur postmodern muncul pada 1980-an atau jelang akhir abad ke 20. Tampaknya hanya kurun waktu semalam, postmodernisme menyebar hingga ke beberapa kota di seluruh dunia guna mendefinisikan era baru dalam dunia arsitektur.
Estetika postmodern, yang berasal dari Amerika Serikat (AS), berusaha melepaskan aturan yang kaku dari modernisme. Misalnya saja bangunan mulai dirancang untuk menekankan tema-tema seperti sejarah, individualitas, imajinasi, sarkasme, bahkan budaya pop.
Berikut lima contoh gedung-gedung pencakar langit di New York membawa arsitektur postmodern, seperti dilansir dari laman Architectural Digest, Kamis (19/1/2017).
1. 550 Madison Avenue (1984) yang dirancang oleh Philip Johnson dan John Burgee
Philip Johnson membantu merintis gerakan modernis, khususnya dari mengusung menara penuh dengan kaca datar dari International Style. Tapi setelah gaya mendapatkan popularitas di seluruh dunia, dia mulau berinovasi di bentuk arsitektur lainnya. Kolaborasi dengan John Burgee dalam merancang AT&T Building 1984 (sekarang Sony Tower) dianggap salah satu bangunan postmodern pertama. Arsitekturnya klasisisme, eksterior dipenuhi granit, dan bentuk rebalancing vs fungsi memberi sentuhan bahwa bangunan jelas bergaya non-modernis.
2. Lipstick Building (1986) yang dirancang oleh Philip Johnson and John Burgee
Gaya arsitektur postmodern dapat dicirikan sebagai bebas ekspresif, sedikit provokatif, dan sedikit main-main. Johnson dan Burgee menggambarkan menara merah mengkilap ini, dijuluki Lipstick Building lantara bentuk dan warnanya. Bangunan ini telah 'mencakar' kaki langit New York sejak 1986.
3. 60 Wall Street (1989) yang dirancang oleh Roche-Dinkeloo Associates
Arsitek Kevin Roche, pemenang Pritzker Prize, dan John Dinkeloo memenuhi kolom Doric ke dalam fasad bergaris-garis pada bangunan bernama 60 Wall Street. Referensi ini jelas untuk arsitektur kuno yang mengombinasikan dengan skema Mediterania ramping, guna menyegarkan mata dari menara-menara perusahaan di pusat kota.
4. Scholastic Building (2001) yang dirancang oleh Morris Adjmi and Aldo Rossi
Scholastic Building SoHo membuktikan semua imajinasi dan permainan. Irama klasik fasad diekspresikan sepenuhnya dalam gaya modern mulai dari balok penopang terbuat dari baja, kolom tabung, dan jendela-jendela besar. Terlebih lagi, seluruh bangunan dicat dengan warna-warna primer, seperti halaman dari buku sekolah.
5. Westin Hotel Times Square (2002) yang dirancang oleh Arquitectonica
Tidak ada lokasi lebih baik untuk merancang sebuah bangunan mencolok dari Times Square. Dinding tirai Westin Hotel digunakan sebagai kanvas untuk mencetak geometris besar. Alhasil, struktur ini menjadikan bangunan paling menarik di antara gedung-gedung postmodern lainnya yang ada di kota.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.