Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ajarkan Anak Soal Keuangan Lewat Cara Ini

Ajarkan Anak Soal Keuangan Lewat Cara Ini
(Ilustrasi: Shutterstock)
A
A
A

TIDAK ada salahnya mengajarkan keuangan pada anak anda walaupun mereka masih kecil. Mengajarkan konsep keuangan dan cara menggunakan uang secara efektif dapat membantu mereka bertanggung jawab atas keuangan mereka sendiri mulai dari kecil.

Kebiasaan dan keseharian anak dalam membelanjakan uang sejak kecil juga dapat memengaruhi perilaku konsumsi pada masa dewasa. Untuk itu, sebagai orang tua, anda dapat mengajarkan cara-cara berikut ini untuk memperkenalkan konsep keuangan pada anak.

1. Kenalkan konsep uang sejak dini

Sejak anak mulai berhitung, anda sudah dapat mengenalkan konsep uang kepada mereka. Mulailah dari informasi menarik seperti asal usul terbentuknya uang, bentuk dan nilai uang. Anda pun dapat secara berhati-hati menunjukkan jenis uang seperti uang logam dan uang kertas.

2. Berikan informasi mengenai fungsi dan nilai uang

Komunikasikan pada anak mengenai fungsi uang dengan cara-cara sederhana. Misalkan anda menjelaskan dan menunjukkan pada anak bahwa dengan selembar uang Rp10.000, anda dapat membeli sekotak pensil warna dan sekantong permen. Kemudian, jelaskan pada anak anda masing-masing keuntungan dan kerugian jika mereka membeli sekotak pensil warna atau sekantong permen. Setelah itu anda harus memberikan kesempatan pada anak untuk memilih mana yang sebaiknya dibeli dengan uang tersebut.

Selain mengajarkan mereka cara membelanjakan uang dengan benar, ajarilah mereka cara menabung. Anda dapat membeli celengan yang berbentuk unik dan mengajari mereka untuk selalu menabung Rp5.000 setiap minggunya. Kemudian, setelah kurun waktu yang cukup lama, tunjukkanlah akumulasi uang tersebut dan pentingnya tabungan tersebut.

3. Bantu anak membedakan mana yang kebutuhan, keinginan dan harapan

Sifat ini harus ditanam dari kecil, mulailah memberikan anak kesempatan dan pengertian akan perbedaan kebutuhan, keinginan dan harapan. Gunakan contoh barang yang sering mereka temui, misalnya mainan. Mempunyai mainan adalah kebutuhan, mempunyai banyak mainan adalah keinginan, mengganti dan selalu mempunyai mainan baru adalah harapan. Dengan memberikan pelajaran mengenai perbedaan tersebut, anda akan mengajari anak anda sifat hidup secara sederhana.

4. Beri anak jatah uang bulanan

Sebagai orang tua, anda harus mengajari anak tanggung jawab dan mandiri. Misalnya anda dapat memberikan mereka jatah uang bulanan lebih banyak daripada seharusnya dan menganjurkan pada mereka untuk menabung uang sisa jajan. Dengan jatah uang bulanan, anda pun harus mengajari mereka konsep tujuan finansial. Misalnya mereka ingin membeli tas sekolah baru.

Ajari mereka bahwa dengan menabung setiap hari atau setiap minggu sebesar sekian rupiah, mereka akan mendapatkan tas baru setelah sekian hari atau minggu. Anda juga perlu memberi tahu mereka bahwa semakin lama mereka menabung, jumlah yang terkumpul pun akan semakin banyak. Atau semakin banyak uang yang mampu mereka sisihkan, semakin cepat mereka akan mencapai tujuan finansial mereka.

5. Bantu mereka membuka rekening bank atas nama sendiri

Sebagai anak-anak, mereka akan tertarik jika mempunyai rekening bank atas nama mereka sendiri layaknya orang dewasa. Yang perlu dilakukan hanyalah mengimbau mereka untuk selalu rajin menabung. Jangan pernah melarang mereka untuk menarik uang tabungan mereka untuk membeli sesuatu. Biasanya hal ini justru akan membuat mereka memberontak dan enggan menabung.

6. Lakukan kebiasaan mencatat uang

Biasanya anak akan sedikit malas jika disuruh mencatat keuangan mereka. Untuk membantunya, anda dapat memisahkan jatah bulanan mereka setiap minggu menjadi 4 amplop kecil. Kemudian, terapkan kebiasaan pada anak untuk selalu mencatat berapa jumlah uang yang mereka ambil dari amplop tersebut. Imbau mereka menyimpan setruk belanjaan atau memasukkan kembalian kepada amplop tersebut. Perlahan, mulailah mengajak mereka untuk mencatat pengeluaran mereka secara detail.

Susunlah jadwal rutin

Memang sebagai orang tua, anda seharusnya mengajari konsep keuangan pada anak setiap harinya, tetapi hal ini kadang terlewatkan. Sebaiknya, buatlah jadwal rutin di mana pada saat itu, anda dengan anak akan membahas keuangan keluarga dan keuangan pribadi mereka. Anda pun dapat menyertakan teori-teori ringan mengenai konsep pencarian nafkah dan keuntungan investasi.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement