Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diprediksi Membaik, Minyak Dunia Ditaksir USD50-USD60 per Barel

Koran SINDO , Jurnalis-Minggu, 05 Februari 2017 |12:39 WIB
Diprediksi Membaik, Minyak Dunia Ditaksir USD50-USD60 per Barel
Ilustrasi: Dok Times.
A
A
A

Sementara pada 2016, perolehan DBH Bojonegoro hanya Rp600 miliar-700miliardari targetRp1,4triliun. Menurut Suyoto, dengan kondisi ini, daerah tak bisa lagi mengandalkan DBH migas untuk APBD. Itu lantaran DBH sangat dipengaruhi fluktuasi harga minyak mentah dunia.

“Daerah harus punya alternatif lain untuk meningkatkan pendapatan,” ujarnya. Dia mengatakan, manfaat prioritas dari DBH migas harus direalisasi terlebih dahulu guna menghindari mental pesta pora daerah penerima. DBH migas Bojonegoro diprioritaskan untuk pengembangan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur daerah, dan investasi sektor keuangan.

Pengembangan SDM contohnya meningkatkan program beasiswa, membangun infrastruktur yang relevan, dan memberdayakan perdesaan mandiri. “Kalau tidak diprioritaskan begitu, kita akan bermental korup dan boros. Kalau mental seperti ini dipelihara berbahaya karena begitu harga minyak jatuh, kita kandas,” tegasnya.

DBH migas Bojonegoro dibagi berdasarkan kontrak bagi hasil (production sharing contract /PSC). Pemerintah mendapatkan 85% dan kontraktor mendapatkan 15%. Daerah mendapat DBH 6% dari 85% hasil PSC.

Suyoto berharap, pada 2017 ini investasi hulu migas lebih bergairah karena harga minyak lebih baik seiring pemangkasan produksi oleh negara-negara anggota OPEC. Terlebih harga minyak rata-rata diprediksi USD50-60 per barel. (Nanang Wijayanto/Koran Sindo)

(Rani Hardjanti)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement