nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Ide Usaha Ibu PKK hingga PNS, Sederhana Tapi Omzetnya Wow!

Ulfa Arieza, Jurnalis · Sabtu 18 Maret 2017 19:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 03 18 320 1646208 5-ide-usaha-ibu-pkk-hingga-pns-sederhana-tapi-omzetnya-wow-cpNvmrPPG9.jpg Foto: Dok Business News Daily.

JAKARTA – Siapa sangka dari bisnis sederhana di sekitar kita, namun dapat meraup omzet yang menggiurkan setiap bulannya.

Kuncinya adalah kejelian dalam melihat potensi bisnis, disertai keuletan dan ketekunan dari para pengusaha dalam mengelola bisnis. Tidak lupa selalu mengembangkan inovasi dalam berbisnis.

Pada artikel ini, terdapat 5 pengusaha yang mampu menyulap hal – hal sederhana menjadi barang dagangan yang bernilai jual tinggi.

Berikut ini, rangkuman Inspirasi Usaha Okezone dalam sepekan yang patut Anda simak.

1. Bisnis Batok Kelapa Rambah Pasar Eropa dan Jepang

Batok kelapa yang kurang berharga mampu disulap menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual tinggi oleh pengrajin batok I Gede Suriawan. Bahkan, kerajinan batok kelapa kini mampu merambah pasar Eropa dan Asia, tidak hanya dipasarkan di pasaran lokal.

Berbagai komoditas seni mampu dihasilkan melalui batok kelapa, mulai dari asbak, sendok serta kerajinan seni lainnya yang belakangan banyak peminatnya. Bahkan produk ini laris di pasaran Jepang karena terbuat dari bahan alami terutama perabotan rumah tangga.

“Di tengah majunya industri kerajinan ini, peran pengrajin belakangan mengakui kesulitan dalam hal bahan baku batok kelapa,” ujarnya.

Selain mengkreasi desain sendiri, diakui para konsumen biasanya juga membawa desain tersendiri terutama pesanan dari luar negeri. Harganya pun sangat terjangkau mulai dari kisaran Rp9 ribu hingga Rp100 ribu tergantung tingkat kesulitan pengerjaannya

Klik: Bisnis Batok Kelapa Rambah Pasar Eropa dan Jepang

2. Pedasnya Sate Padang Sukses Raup Omzet Rp16 Juta/Hari

Sate Padang Ajo Ramon yang berdiri di Pasar Santa ini konsisten berjualan dengan bumbu yang sama selama 37 tahun berdiri. Hasilnya, mereka mampu menghasilkan omzet hampir Rp500 juta per bulan.

Bahkan, tidak hanya masyarakat lokal yang menikmati sate Padang ini, cukup banyak wisatawan asing yang mampir untuk mencicipi pedasnya sate Padang yang ditawarkan oleh Ajo Ramon.

Lantas apa rahasia dari kesuksesan Sate Padang Ajo Ramon ini? Beda dari biasanya, pelanggan bisa memilih sate yang tersedia di sini dari mulai lidah, daging, usus dan jantung. Sate tersebut, kemudian disiram dengan kuah sate yang diramu dari 35 bahan rempah.

Racikan ini sukses membuat lidah bergoyang, pasalnya setiap hari Ajo Ramon mampu menjual 8 ribu tusuk sate dengan omzet Rp16 juta per hari dan memiliki 7 cabang dengan puluhan pekerja.

"Rasanya beda dengan sate Padang yang lainnya, gurih dan bumbunya enggak bohong," tutur salah satu pelanggan sate Ajo.

INSPIRASI BISNIS: Pedasnya Sate Padang Sukses Raup Omzet Rp16 Juta/Hari

3. Kantongi Pundi Rupiah dari Usaha Kain Batik Api

Bantul Yogyakarta seorang pemuda berkreasi dengan membuat batik unik yang dalam proses pengerjaannya menggunakan nyala api. Lugiyantoro, pria berusia 28 tahun warga Bantul, Yogyakarta ini berkreasi dan membuat inovasi baru dalam pembuatan kain batik.

Jika biasanya pengrajin batik mengerjakan pembuatan kain batik dengan menggunakan canting untuk mengoleskan lilin atau malam cair pada kain. Namun pria ini menggunakan api dalam proses pewarnaan pada batik buatannya.

Bahan yang digunakan untuk membatik juga berbeda dengan batik pada umumnya yang menggunakan malam atau lilin, yakni menggunakan adonan tepung dan formalin yang ditambahkan sedikit air Lugiyantoro menjual t-shirt batik api dan kain batik api berukuran 1,2 meter dengan harga antara Rp200 ribu hingga Rp500 ribu lebih tinggi di atas harga kain batik tulis biasa.

INSPIRASI BISNIS: Kantongi Pundi Rupiah dari Usaha Kain Batik Api

4. PNS Ini Dapat Jutaan Rupiah dari Ternak Tikus Putih

Mungkin sebagian orang menganggap tikus adalah hewan kotor, menjijikkan dan juga dianggap hama. Namun siapa sangka dibalik itu semua ternyata tikus-tikus ini dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah. Khususnya bagi peternak tikus putih atau mencit. Biasanya tikus ini kerap menjadi pakan reptil, burung pemangsa daging dan juga objek penelitian.

Memanfaatkan ruang tak terpakai di kediamannya, Pardiansyah kini memiliki ratusan tikus putih. Dari budidaya inilah ia bisa mendapatkan uang tambahan minimal Rp3 juta di luar pendapatan gaji bulanan sebagai staf di instansi pemerintah kota Palembang.

Untuk harga satu ekor tikus putih kecil dijual mulai Rp7 ribu hingga Rp10 ribu dan untuk tikus putih indukan dibanderol Rp50 ribu.

“Awalnya saya kan memelihara ular lalu kesulitan cari pakan jadi kita coba-coba ternak dan ternyata enggak susah makan dan memeliharanya dan bisa dijual lagi,” kata Pardiansyah.

INSPIRASI BISNIS : PNS Ini Dapat Jutaan Rupiah dari Ternak Tikus Putih

5. Omzet Olahan Ikan Nila Ibu PKK Rp120 Juta per Bulan

Ikan menjadi komoditas yang melimpah di kawasan Kalungharjo. Produk makanan ringan UKM Nila Murni dijual di toko milik desa, obyek wisata Umbul Ponggok, dan penjualan on line. Rata-rata sebulan mampu meraup omzet Rp100 juta-Rp120 juta. Pendapatan tersebut belum dipotong biaya produksi dan permodalan kelompok.

Uniknya, seluruh bagian ikan bisa dimanfaatkan tanpa ada yang terbuang. Olahan ikan berupa makanan ringan merupakan ide kreatif anggota Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo.

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Ponggok, Ratnasari Irawati Sugiyarto,36, mengatakan, usaha olahan ikan nila dimulai sekitar dua tahun lalu. Mulanya Ratna mewajibkan setiap RW untuk membuat olahan pangan berbahan dasar ikan nila.

”Setiap bulan saya keliling ke PKK di RW. Nah tiap saya datang saya selalu minta anggota PKK untuk memunculkan hasil olahan ikan nila, apapun itu. Akhirnya ada yang bikin nugget, bakso, otak-otak, dan lainnya,” cerita Ratnasari.

Dalam sehari, PKK Desa Ponggok mampu menghabiskan 25 kg ikan nila untuk diolah menjadi berbagai makanan ringan. Daging ikan digunakan untuk nugget, bakso, otakotak, keripik, abon, cipiran, dan pangsit. Sedangkan kulitnya diolah menjadi kerupuk rambak dan duri ikan menjadi stik.

INSPIRASI BISNIS: Omzet Olahan Ikan Nila Ibu PKK Rp120 Juta per Bulan


1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini