Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Aset Perkebunan Jateng Belum Maksimal

Koran SINDO , Jurnalis-Senin, 20 Maret 2017 |13:16 WIB
Aset Perkebunan Jateng Belum Maksimal
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diminta mampu memaksimalkan potensi aset perkebunan yang dimiliki. Sejauh ini penetapan target pendapatan perkebunan terbilang kecil, tapi biaya operasional tinggi.

“Jadi belum berbanding lurus. Harus lebih optimal lagi pengelolaannya,” kata Wakil Ketua Komisi C DPRD Jateng Sri Hartini kemarin.

Beberapa waktu lalu Komisi C melakukan kunjungan kerja ke Kebun Dinas Kandeman, Batang. Kebun seluas 6 hektare ini memiliki lahan produksi benih kopi robusta, kakao, dan kapuk randu.

“Target pendapatan pada 2017 sebesar Rp40 juta, sementara anggaran yang dialokasikan mencapai Rp22,7 juta. Ini baru sebatas target,” kata Sri.

Tahun lalu target pendapatan kebun ini Rp35 juta. Namun, target itu hanya terealisasi Rp27 juta atau 77%.

“Karena itu, perlu dipikirkan ulang agar pengelolaan aset perkebunan memberikan hasil yang optimal. Apakah itu sistemnya atau sumber daya manusianya,” kata legislator Partai Gerindra itu.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement