Image

Tak Lirik Token, Bank Mandiri Migrasi ke Mandiri Online

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 21 Maret 2017, 18:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 03 21 320 1648502 tak-lirik-token-bank-mandiri-migrasi-ke-mandiri-online-gQL6gfkZCy.jpg Foto: Feby Novalius

JAKARTA - Perkembangan teknologi smart phone begitu pesat, terutama di Indonesia. Tercatat setidaknya jumlah orang memiliki handphone (HP) sudah melebihi jumlah penduduk Indonesia.

Senior EVP Chief Technology Officer Bank Mandiri Joseph Georgino Godong mengatakan, dari jumlah orang punya HP, dari data tersebut ialah 30% pengunaanya sudah mengakses internet banking.

"Kami lihat HP dan internet menjadi fasilitas yang jadi keseharusan. Buat kami itu sesuatu harus disediakan melalui penyedian aplikasi terbaru Mandiri Online,"tuturnya, di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (21/3/2017).

Mandiri Online merupakan layanan integrasi dari dua layanan yang sebelumnya telah hadir, yakni Mandiri Internet dan Mandiri Mobile.‎ Melalui aplikasi ini, Georgi mengatakan, Bank Mandiri akan memigrasikan nasabah pengguna internet dan mobile banking menuju Mandiri Online.

Bahkan berdasarkan catatan jumlah transaksi mobile banking dan internet terus meningkat 60% setiap tahunnya. Sendangkan transaksi menggunakan ATM terus turun.

"Memang ke depan mobile banking tidak diteruskan. Riview 3-6 bulan sambil berjalan, nanti kita matikan saat 6 bulan. Kalau tidak dipaksa costumer tidak aware pindah ke Mandiri Online yang lebih bagus,"tuturnya.

Untuk transaksi online pun banyak hal yang bisa dilakukan dan komplit fiturnya, kapan pun dan dimana pun nasabah berada.

"Mandiri Online lengkap. Sekarang kalau mau isi ulang e-money, tidak perlu ke cabang atau ATM, cukup pakai HP NFC sudah bisa isi ulang di mana saja, kapan saja,"terangnya.

‎Dan yang lebih penting, menurut Georgi, layanan ini pun aman lantaran nasabah bisa memilih untuk approval memakai alat token‎ atau via aplikasi (mobile approval). ‎

"Malas kan kalau kita mesti bawa-bawa token. Sekarang dengan Mandiri Online, transakai internet banking bisa di-approve dengan mobile app. Lebih nyaman tapi tetap aman", ujar Georgi. "Terserah nyamannya nasabah mana yang dia mau ", tambahnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini