Darmin melanjutkan, dari laporan yang diterima masalah lahan mulai dari realisasi pengadaan mundur dari jadwal negosiasi, adanya sengketa lahan, dan dana pembebasan lahan sangat tinggi.
Guna menyelesaikan pemerintah akhirnya menetapkan kebijakan yang frontal dengan memindahkan alokasi belanja modal tanah diganti dengan belanja tanah yang dilakukan perusahaan oleh Kementerian Keuangan melalui BLU LMAN.
"Dalam APBN 2016 alokasi untuk BLU LMAN dalam pengadaan tanah sebesar Rp16 triliun, itu akan dipakai sebagai pembayaran pengganti dengan skema pengunaan dana oleh badan usaha lebih dahulu yang nantinya dikembalikan cost of fund. Untuk 2017 LMAN dianggarkan Rp20 triliun,"tuturnya.
Melalui skema pembiayaan seperti itu, Darmin yakin, pembangunan proyek strategis nasional yang sering terhambat karena lahan bisa diselesaikan sesuai target. Hasilnya tentu ditunjukan bagi kesejahteraan masyarakat.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.