Pertamina Siap Ambil Alih Pengelolaan Geothermal Gunung Ciremai

Dwi Ayu Artantiani , Jurnalis · Selasa 11 April 2017 11:25 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 11 320 1664209 pertamina-siap-ambil-alih-pengelolaan-geothermal-gunung-ciremai-ehoTBSl0Az.jpg Ilustrasi: Huffingtonpost

CIREBON - PT Pertamina (Persero) siap mengambil alih pengelolaan geothermal di wilayah Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat, usai dilepas oleh PT Chevron Geothermal.

Direktur Utama Pertamina Geothermal, Irfan Zainuddin menjelaskan setelah diserahkannya geothermal kepada pemerintah kembali, ada sejumlah BUMN yang siap pengelola geothermal seperti Pertamina, PLN dan lainnya, namun untuk penunjukannya itu masih sepenuhnya kewenangan dari Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE).

Menurutnya, Pertamina saat ini tengah melakukan pendalaman data meskipun sudah adanya data sementara yang didapatkan. Potensi geothermal di gunung Ciremai mencapai 55 mega watt (MW), jika dibagi 500 watt per rumah tangga sekira 110 ribu rumah bisa mendapatkan penerangan.

"Akan tetapi untuk rumah di wilayah mana yang akan mendapatkan manfaat dari geothermal itu kewenangan dari PLN," kata dia, Selasa (11/4/2017).

Namun demikian, Irfan mengaku data sementara yang didapatkan ini masih perlu dikaji ulang kebenarannya, bisa jadi manfaat geothermal itu kurang dari data tersebut atau lebih. Ia mengatakan tantangan dari geothermal itu adalah harga listrik di Jabar yang mencapai 6,57 sen per kwh, itu sangat mahal.

"Kami pun akan terus menggali harga tersebut secara ekonomis yang nantinya akan menyesuaikan," ungkapnya.

Irfan mengungkapkan dengan adanya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 108 Tahun 2015 tentang Perubahan atas PP 28 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam, dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor P.46/Menlhk/Setjen/Kum.1/5/2016 tentang Pemanfaatan Jasa Lingkungan Panas Bumi pada Kawasan Taman Nasional, Taman Hutan Raya dan Taman Wisata Alam, ini menjadikan kesempatan awal untuk bisa mengeksplorasi kawasan tersebut.

"Untuk mengelola panas bumi hanya dibutuhkan lokasi seluas 2,6 hektare untuk pengeboran tidak memakai banyak lahan, jadi relatif kecil hutan

terkena dampak panas bumi justru akibat geothermal hutan itu menjadi hijau," terangnya.

Belajar dari masalah sosial yang dialami PT Chevron Geothermal, lanjut Irfan, Pertamina akan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah sosial tersebut, Pertamina akan merekomendasi dan meluruskan kepada masyarakat dengan cara mengedukasi masyarakat tentang geothermal.

"Manfaat geothermal ini bisa dirasakan langsung seperti untuk pariwisata, green house, peternakan dan juga manfaat tidak langsung seperti pembuatan pembangkit listrik," pungkasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini