Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kartel Cabai Terbongkar, Pedagang: Harga Rp80 Ribu per Kg, Pembeli Mulai Normal

Ulfa Arieza , Jurnalis-Jum'at, 14 April 2017 |12:09 WIB
Kartel Cabai Terbongkar, Pedagang: Harga Rp80 Ribu per Kg, Pembeli Mulai Normal
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Pasca terbongkarnya praktik kartel cabai, harga di pasar kembali normal. Cabai rawit merah kini dijual pada kisaran Rp70.000 hingga Rp80.000 per kg. Sedangkan cabai merah keriting pada rentang harga Rp35.000 hingga Rp40.000 per kg.

Pedagang Pasar Gondangdia, Iis mengatakan, meskipun masih bergerak fluktuatif tetapi harga cabai mulai bergerak normal.

"Harganya kembali murah mendingan lah,” terangnya kepada Okezone, Jumat (14/4/2017).

Sementara itu, harga cabai merah besar dalam kisaran Rp40.00 hingga Rp50.000 per kg. Cabai rawit hijau seharga Rp40.000 hingga Rp60.000 per kg, sedangkan cabai hijau dalam rentang Rp25.000 hingga Rp30.000 per kg.

Serupa dengan Iis, pedagang cabai lainnya, Yanti juga mengatakan bahwa harga cabai sudah kembali normal. Menurutnya, normalnya harga cabai ini turut mempengaruhi peningkatan pembelian. Sebab, selama harga cabai naik pembelian cenderung turun.


"Kalau biasanya mereka beli satu per empat kg, ketika cabai mahal mereka cuma beli satu ons. Sekarang sudah kembali seperti dulu lagi," ujarnya.

Sekadar mengingatkan, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Bareskrim Polri telah mengungkapkan perusahaan swasta yang terlibat dalam kartel. Bareskrim mengatakan hal ini lah yang membuat harga cabai rawit merah melambung tinggi mencapai angka Rp150.000 per kilogram (kg).

Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Spudnik Sujono membenarkan jika selama ini yang membuat harga cabai rawit merah mahal disebabkan karena adanya pengepul.

"Jadi dari sisi petani tidak ada masalah. Masalahnya mulai di pengepul besar. Jadi bahasa saya itu bandar besar. Itu ada di Jabar, Jateng dan Jatim. Dan sentra-sentra itu semua ada bandar. Ada 9 bandar itu punya kaki tangan lagi. Kalau saya bandar di Jatim pasti ada kaki tangan di Kediri, Blitar, pasti ada turunannya," ungkapnya di Gedung Kementan, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (6/3/2017).

(kmj)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement