JAKARTA - Jalan Tol Akses Tanjung Priok yang baru saja diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dipastikan akan memiliki konsep ramah lingkungan. Tol yang akan dilalui oleh 3.600 truk kontainer tiap harinya ini memiliki sound barrier atau penghalau suara sehingga tidak akan mengganggu kondusifitas lingkungan sekitar.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, dengan adanya sound barrier, padatnya arus lalu lintas kendaraan tidak akan membuat bising penghuni Rumah Sakit Umum Daerah Koja, DKI Jakarta.
"Tol ini akan dijadikan tol ramah lingkungan, dilengkapi dengan sound barrier, yang walaupun di sebelahnya ada rumah sakit, tidak akan mengganggu rumah sakit. Jika masih ada yang kurang baik akan kami perbaiki," ujar Arie dalam peresmian Tol Akses Tanjung Priok, Sabtu (15/4/2017).
Tol sepanjang 11,4 km ini merupakan bagian dari ruas tol lingkar luar Jakarta (JORR) serta merupakan realisasi target internal 1.800 km pada 2019 dari Kementerian PUPR. Tol Akses Tanjung Priok menyediakan akses intermoda darat laut dan kereta api yang terintegrasi langsung dari dan menuju Tanjung Priok.
Setelah diresmikan, tol ini dapat langsung dioperasikan, selama satu bulan ke depan pengguna tol tidak dikenakan biaya. "Dengan tersedianya tol ini diharapkan tingkat pelayanan dan kapasitas sitem jaringan jalan di Jakarta semakin meningkat," tambah dia.
Operator pengelolaan jalan tol, nantinya akan diserahkan pengelolaannya kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT Hutama Karya (HK) dengan masa konsesi 40 tahun. Namun, penunjukan tersebut masih menunggu Peraturan Presiden (Perpres) dan Keputusan Menteri (Kepmen) yang sedang dalam proses.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.