JAKARTA - Kalau punya hobi merangkai kado atau bingkisan, mengapa tidak kamu coba komersilkan saja keterampilan yang dimiliki?
Banyak orang membeli bingkisan atau yang kini dikenal sebagai parcel sebagai bentuk ungkapan pada momen-momen tertentu. Sebagai contoh momentum, hari raya, ulang tahun, perkawinan, hantaran untuk menjenguk orang yang sakit dan banyak lagi.
selain kemasan yang cantik, isi parcel pun kini beragam. berikut peluang-peluang bisnis yang ada dari parcel.
Disadur dari buku '99 Bisnis Anak Muda' karangan Malahayati dan Hendry E Ramdhan terbitan 2015, ada yang perlu diperhatikan untuk memulai bisnis parcel ini.
A. Peluang Bisnis
Ada beberapa peluang buat kamu yang kreatif dan punya banyak ide, jenis-jenis parcel dan isinya antara lain:
1. Parcel Lebaran/Idul Fitri. Biasanya berupa makanan/minuman, kue, camilan, aneka buah-buahan, satu set barang pecah-belah, satu set perangkat shalat (sajadah, sarung, mukena, dan kadang ditambah baju koko dan peci).
2. Parcel Natal. Selain makanan atau minuman, kue es krim dan camilan, kamu juga bisa membuat parcel berupa mainan Natal atau kaset lagu-lagu rohani. Parcel Natal umumnya kental dengan nuansa merah atau hijau, tapi tidak ada salahnya mencoba warna lain yang kesannya mewah, seperti warna emas dan perak.
3. Parcel pengantin. Sering juga disebut seserahan. Umumnya berisi perlengkapan pengantin wanita, seperti satu set peralatan make up, kebaya dan kain, seperangkat selop aksesoris dan uang yang dirangkai seperti kipas. Kamu juga bisa membuat aprcel unik, misalnya dengan mengisi parcel satuy set novel berseri karangan penulis favorit (bagi yang hobi membaca).
4. Parcel kelahiran bayi. Umumnya, berisi perlengkapan bayi, seperti satu set peralatan mandi, peralatan makan, gendongan, baju, topi dan sepatu bayi.
B. Memulai Bisnis
Ada beberapa hal yang mungkin bisa kamu ikuti ketika akan memulai bisnis parcel, yaitu:
1. Sumber barang murah, sebaiknya mengambil barang dari pertama (yang memproduksi) dan bisa dibayar secara bertahap atau dengan tenggat waktu.
2. Teknik merangkai dan membungkus parcel. Untuk tahap awal, sebaiknya belajar sendiri atau bekerja sama dengan teman atau saudara yang memang terampil merangkai parcel.
3. Kalau bisnismu makin berkembang, sebaiknya ambil kursus singkat, beli buku-buku, dan browsing di internet untuk menambah pengetahuan agar kamu tahu tren terkini.
4. Lokasi atau jalan dan daerah pengataran. Mintalah selalu nomor telepon si penerima agar kamu bisa menanyakan petunjuk jalan ke rumah penerima dengan tepat waktu.
5. Kreativitas. Membuat parcel adalah pekerjaan seni. Isi parcel boleh sama, tetapi cara pengemasan membuatnya berbeda.
6. Modal untuk membeli aneka wadah parcel, seperti keranjang rotan dan kayu, kardus cantik, toples aneka model dan ukuran, pita aneka jenis dan warna, kertas kado unik, gunting, lem dan selotip.
C. Hambatan
Ketika menjalankan usaha ini, ada beberapa hambatan yang mungkin akan kamu temui, di antaranya sebagai berikut.
1. Pemasaran. Jika tak gencar mempromosikan, bisa jadi bisnis parcelmu kurang dikenal oleh orang lain, akibatnya berpengaruh terhadap penjualan.
2. Beberapa orang menggunakan jasa parcel dari tetangga dan teman-temannya.
3. Bisnis ini berhubungan dengan momen-momen tertentu seperti hari raya keagamaan, pernikahan, dan sebagainya.
D. Strategi Bisnis
Berikut beberapa strategi yang dapat kamu jadikan contoh dan panduan untuk menjalankan bisnis ini.
1. Tawarkan parcel buatanmu kepada kerabat, tetangga, teman dekat, dan saudara. Buktikan bahwa parcelmu itu memang berbeda dan unik.
2. Sensitif terhadap waktu pengantaran, terutama jika parcel itu berupa makanan yang sudah matang atau setengah matang.
3. Sensitif terhadap keinginan pelanggan. Jika si penerima parcel adalah orang yang suka memasak, dia mungkin akan lebih berkesan jika menerima parcel yang isinya perlengkapan memasak, seperti wajan, satu set tempat bumbu antik, celemek, aneka bumbu siap saji dan buku resep.
4. Terus belajar, berkreasi, dan menggali ide dari mana saja.
5. Agar bisnis terus berkembang, siapkan media promosi, seperti foto-foto produk parcel atau brosur.
6. Aneka parcel hobil, seperti fotografi, pertukangan, otomotif, musik, berkebun, memasak, menjahit dan kerajinan tanggan.
7. Aneka tanaman hias atau aneka tanaman buah dalam pot. Tempatkan dalam wadah yang kuat tapi menarik seperti kayu dan rotan.
8. Aneka keripik dalam toples-toples cantik.
9. Aneka makanan tradisional, seperti rengginang, kembang goyang, keciput, keripik singkong, keripik pisang, kuping gajah, dan madumongso. Tempatkan dalam toples tradisional atau wadah unik yang terbuat dari daun pandan, tikar atau rotan.
10. Aneka makanan barat yang mudah dibuat seperti spagheti, oregano, daun basil, lada hitam dalam kemasan dan saus spaghetti. Tambahkan beberapa loyang atau wadah tahan panas aneka bentuk dan ukuran.
E. Analisis Bisnis
|
MODAL AWAL |
|
|
Peralatan: |
|
|
Rak undakan untuk menyusun parcel |
Rp1.000.000 |
|
Papan promosi atau spanduk |
Rp500.000 |
|
Motor (Second) |
Rp5.000.000 |
|
Plastik pembungkus pita dan lain-lain |
Rp500.000 |
|
Jumlah |
Rp7.000.000 |
Peralatan mengalami penyusutan selama 4 tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp1.500.000 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp7.000.000-Rp1.500.000) : 4 = Rp1.749.625 per tahun atau sama dengan Rp145.900 per bulan.
|
Perkiraan Laba per bulan |
Rp150.000x30 hari |
Rp4.500.000 |
|
Biaya-biaya: |
||
|
Penyusutan peralatan |
Rp145.900 |
|
|
Listrik dan telepon |
Rp300.000 |
|
|
Gaji pengantar parcel |
Rp.750.000 |
|
|
Stok barang dagangan |
Rp1.000.000 |
|
|
Transportasi (BBM) |
Rp150.000 |
|
|
Lain-lain |
Rp200.000 |
|
|
Jumlah |
(Rp2.545.900) |
|
|
Laba bersih |
Rp1.955.000 |
Perkiraan modal kembali: Rp7.000.000 : Rp1.955.000 = 3,6 bulan.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.