Sementara itu, Dubes Mansyur Pangeran mengatakan bahwa tujuan kunjungannya adalah untuk menjalin kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan mempromosikan berbagai produk nasional Indonesia dalam rangka menggarap pasar domestik wilayah itu serta untuk mengetahui potensi daerah tersebut yang kaya akan hasil alamnya terutama produk kelautan.
Dubes RI menjelaskan bahwa saat ini hubungan kerja sama ekonomi dan perdagangan Indonesia dengan Senegal sudah terjalin cukup baik, namun masih perlu ditingkatkan.
Dubes Mansyur menyebutkan, banyak barang-barang produksi Indonesia yang sudah masuk ke Senegal mulai dari produksi peralatan rumah tangga, tekstil, garmen, produk makanan, perabotan, rotan dan bambu, elektronik, alas kaki, alat-alat kosmetik, sampai dengan hasil produk teknologi tinggi, seperti dua pesawat CN-235 yang telah dibeli oleh Senegal.
Sebagai bentuk tindak lanjut dari pertemuan itu, Wali kota Palmarine George Faye akan mempertemukan Dubes RI Dakar dengan Menteri/Sekretaris Kantor Kepresidenan Senegal di Palmarine untuk membahas kerja sama konkret ekonomi perdagangan di Palmarine.
Kota Palmarine yang terletak di bagian utara Senegal dengan penduduk sebanyak 10.000 orang merupakan salah satu kawasan wisata dan penghasil garam terbesar di Senegal. Ada banyak tambak garam di sepanjang kawasan Palmarine yang proses pengolahannya dilakukan secara tradisional.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.