"Nah yang penting jangan ngutang. Kalau ngutang, panjang rentetannya. Nah ini kita sedang pikirkan, apa yang bisa tawarkan untuk China tapi enggak ngutang. Investasi. Tunggu saja dua minggu ini, sekarang saya belum bisa ngomong," tuturnya.
Sementara itu, Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan, hingga saat ini Indonesia belum optimal memanfatkan program yang digagas oleh China tersebut. Hal ini terlihat dari minimnya manfaat yang diambil oleh Indonesia pada program ini.
Untuk itu, pemerintah pun tengah mempersiapkan agar partisipasi Indonesia dalam KTT tidak sia-sia. Utamanya dampaknya bagi pembangunan infrastruktur di Indonesia.
"Nah itu yang sedang kita bicarakan. Dalam minggu depan perlu lagi rakor-rakor di tingkat Menko untuk menyelaraskan apa yang mau kita masukkan, apa yang kita mau ajukan untuk One Belt One Road. Kita harus memilih yang sesuai dengan parameter program tersebut," ungkapnya.
Belum diketahui apa saja yang akan dipersiapkan secara spesifik dalam KTT kali ini. Pembahasan pun akan dilakukan oleh pemerintah dalam rapat koordinasi tingkat menteri.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.