nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia Dinilai Tergantung ke China, Menko Luhut: Kalau Kasih Bunga Murah Kenapa Tidak?

Dedy Afrianto, Jurnalis · Rabu 12 Juli 2017 13:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 07 12 320 1734443 indonesia-dinilai-tergantung-ke-china-menko-luhut-kalau-kasih-bunga-murah-kenapa-tidak-m8a6UuvXw8.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia saat ini tengah menjajaki potensi kerjasama dengan China pada program One Belt One Road (OBOR). One Belt One Road adalah jalur ekonomi dan perdagangan dari China melalui jalur laut dan darat hingga ke berbagai negara. Jalur ini kemudian sering diistilahkan dengan 'Jalur Sutra'.

Kerjasama lainnya juga dibidik oleh Indonesia dengan China. Salah satunya adalah pembangunan proyek infrastruktur.

Hanya saja, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa Indonesia tidak tergantung pada China. Indonesia selama ini juga menjadi bidikan negara lainnya seperti Amerika Serikat dan negara lainnya dalam hal investasi. Kedatangan mantan presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia pun membuktikan posisi penting bagi Indonesia.

"Kalau orang bicara kita tergantung ke China, nanti dulu. Kalau dia kasih bunga murah, terima murah kenapa tidak," kata Luhut di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (13/7/2017).

Menurut Luhut, Indonesia saat ini memiliki berbagai potensi untuk dikembangkan. Salah satunya adalah karena besarnya potensi pajak yang dimiliki oleh Indonesia setelah program tax amnesty. Potensi penerimaan pajak pun ditaksir mencapai ribuan triliun atau lebih besar dari tahun ini dalam jangka waktu 2 hingga 3 tahun yang akan datang.

"Sebagai negara kepulauan, sampai itu banyak. Kita sekarang menata ekonomi bagus, kita masih ada problem purchasing power, ada gini rasio, tax ratio. Melalui tax amnesty saya harap penerimaan pajak kita bisa bertambah," kata Luhut.

Potensi penerimaan pajak ini pun dapat dimanfaatkan untuk pembangunan. Dengan begitu, Indonesia tak selalu bergantung pada negara lain dalam hal pendanaan.

"Kita mulai masuk AEOI (Automatic Exchange of Information atau keterbukaan informasi perpajakan). Itu membuat kita mulai dengan transparan," tutup Luhut.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini