Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ke China, Jokowi Incar Investasi Rp26,6 Triliun di Sektor Pariwisata

Dedy Afrianto , Jurnalis-Jum'at, 05 Mei 2017 |20:26 WIB
Ke China, Jokowi Incar Investasi Rp26,6 Triliun di Sektor Pariwisata
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) direncanakan akan berkunjung ke China pada pertengahan Mei. Kunjungan ini dilakukan dengan tujuan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) One Belt, One Road di Beijing.

One Belt One Road adalah jalur ekonomi dan perdagangan dari China melalui jalur laut dan darat hingga ke berbagai negara. Jalur ini kemudian sering diistilahkan dengan 'Jalur Sutera'.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pada kunjungan ini pemerintah nantinya juga akan menawarkan investasi kepada China pada sektor pariwisata. Ditargetkan, nilai investasi yang diraih mencapai USD2 miliar atau senilai Rp26,6 triliun (kurs Rp13.300 per USD).

"Paling banyak bicarakan potensi investasi tadi. Kalau di pariwisata ada dua lokasi dari 10 destinasi wisata yang kemungkinan ada investor China yang tertarik. Saya harap masing-masing USD1 miliar," tuturnya di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Jumat (5/5/2017).

Nantinya, terdapat dua daerah tujuan pariwisata yang ditawarkan. Pertama adalah kawasan Tanjung Kelayang di Belitung. Adapun daerah tujuan selanjutnya adalah Morotai di Maluku.

Menurut Arief, kedua daerah ini telah memiliki calon investor masing-masing. Namun, investor ini masih belum menandatangani perjanjian kontrak.

"Sudah ada, makanya karena ini relatif dekat, akan dikonfirmasi kalau iya nanti ditandatangani (saat) kita kunjungan ke sana," ungkapnya.

Investor ini nantinya akan membangun berbagai infrastuktur pada kawasan pariwisata ini. Salah satunya adalah hotel dan tempat penginapan lainnya.

"(Investasinya dalam bentuk) amenitas (penunjang), dalam bentuk resort, hotel, dan sebagainya. Bayangkan seperti bangun Nusa Dua," tutupnya.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement