JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) terpadu Skouw yang terletak di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Pos tersebut berbatasan langsung dengan negara tetangga Papua Nugini (PNG).
“Ini PLBN Terpadu kelima yang diresmikan oleh Presiden Jokowi dari tujuh PLBN yang sudah dibangun dan selesai Tahap I tahun 2016 lalu. Kita tidak hanya membangun gedung PLBN pada Zona Inti saja, tetapi kawasan pendukung dan Sub Zona Inti sebagai pusat pertumbuhan ekonomi perbatasan,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengutip laman setkab, Jakarta, Selasa (9/5/2017).
Kawasan PLBN Terpadu Skouw memiliki luas 10,7 hektare (ha), dibangun sejak Desember 2015 hingga November 2016 oleh kontraktor PT Nindya Karya (Persero) dengan anggaran Rp165,9 miliar. PLBN ini dapat ditempuh melalui perjalanan darat sekira 90 menit dari Kota Jayapura.
Desain PLBN Terpadu Skouw mengusung budaya lokal Papua. Desainnya mengadaptasi bentuk bangunan khas Rumah Tangfa, penggunaan ornamen lokal, serta penerapan prinsip-prinsip bangunan hijau (green building). Rumah Tangfa merupakan rumah pesisir di daerah Skouw yang memiliki atap dengan bentukan perisai dan dua ruang panjang untuk masyarakat berkumpul.
Kepala Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) Provinsi Papua, Suzana Wanggai, yang turut mendampingi Menteri PUPR dalam kunjungan tersebut menyampaikan apresiasinya atas pembangunan kawasan perbatasan Skouw.
“Sebelumnya Skouw merupakan daerah tertutup, namun dengan dibangunnya PLBN Skouw, kini telah banyak masyarakat yang datang tidak hanya dari Kota Jayapura tetapi dari berbagai daerah untuk foto-foto dan wisata, terutama pada hari libur,” kata Suzana.
Pihaknya telah melakukan antisipasi-antisipasi lainnya dengan koordinasi yang baik antar-semua pihak, terutama pengelola perbatasan dan unsur-unsur terkait. “Sekarang ini, teman-teman dari unsur pelayanan, saat-saat libur cukup kewalahan ketika wisatawan lokal sampai mancanegara datang melihat, tapi perlu diingat harus masuk satu pintu, agar pengawasan lebih baik,” ungkap Suzana.
Dikatakan Suzana, megahnya bangunan PLBN Skouw pasca-direnovasi telah menarik kedatangan wisatawan, hingga membuat kapasitas tempat parkir kendaraan roda empat tak mencukupi. Sebagian kendaraan terpaksa memarkirkan kendaraannya di bibir ruas jalan cek poin satu gedung tersebut.
Dari data yang ada di Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Yonif 122 Tombak Sakti sebagai pos pertama sebelum masuk ke areal PLBN Terpadu Skouw ini, tercatat di luar hari pasar setelah gedung tersebut selesai dibangun, pengunjung mencapai 300-500, bahkan di hari libur tembus hingga di atas 1.500 pengunjung.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menambahkan, untuk mendukung PLBN Skouw, pihaknya tahun ini sudah memulai pembangunan perbatasan Tahap II yang di antaranya akan dibangun pasar dan area komersial untuk 400 kios, wisma Indonesia, mess pegawai dan pos pengamanan perbatasan serta infrastruktur permukiman, terutama air bersih dengan kapasitas 50 liter per detik.
(Fakhri Rezy)