Musdalifah juga mengaku heran dengan argumen Parlemen Uni Eropa yang menyebut bahwa sawit sangat erat kaitannya dengan isu-isu kemanusiaan. Padahal, sawit justru memberikan penghidupan bagi jutaan masyarakat di Tanah Air.
"Sawit juga menyediakan sumber energi, kok diprotes. Mana yang lebih baik untuk lingkungan? Tanaman sawit atau pengeboran minyak. Itu enggak masuk akal kalau menolak biodiesel dari kelapa sawit tapi BBM enggak ditolak," tutur dia.
Sebab itu, pihaknya segera mengumpulkan para pakar untuk menyusun argumen melawan Parlemen Uni Eropa tersebut. "Kita ingin bentuk lembaga penelitian yang valid. Pak Menko minta kumpulkan peneliti yang bisa menjawab isu deforetasi dan kesehatan," tandas Musdalifah.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.