Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cara Negara IORA Tingkatkan Ekspor

Antara , Jurnalis-Rabu, 10 Mei 2017 |21:16 WIB
Cara Negara IORA Tingkatkan Ekspor
Ilustrasi: (Foto: Antara)
A
A
A

JAKARTA - Harmonisasi bea cukai dan kerjasama pelabuhan antara negara-negara Indian Ocean Rim Association (IORA) diharapkan dapat meningkatkan ekspor Indonesia ke negara-negara Lingkar Samudera Hindia tersebut.

"Kerjasama pelabuhan dan harmonisasi bea cukai antara negara-negara IORA tujuan utamanya untuk akses pasar bagi produk Indonesia. Sehingga akan meningkatkan ekspor produk Indonesia ke negara-negara Lingkar Samudera Hindia itu," ujar Deputi Bidang Kedaulatan Maritim Kemenko Kemaritiman Arif Havas Oegroseno usai penutupan Konferensi Tingkat Menteri IORA di Jakarta, Rabu (10/5/2017).

Hingga saat ini, lanjutnya, perdagangan Indonesia dengan negara-negara Lingkar Samudera Hindia itu mencapai USD900 miliar atau kurang dari Rp1 triliun.

"Jadi kita ingin memperluas akses kita ke sana," ucap dia.

Ia mengatakan harmonisasi bea cukai merupakan gagasan Indonesia. "Kita mengharapkan bahwa dengan dibuat suatu jaringan bea cukai di seluruh negara-negara Lingkar Samudera Hindia akan mengetahui tarif yang masuk di negara itu berapa persen," tuturnya.

Kemudian, lanjutnya, Indonesia dapat menilai berapa tarif suatu produk untuk masuk di kawasan negara-negara IORA serta mengetahui kompetitor Indonesia.

Sehingga Indonesia bisa melakukan penyusunan strategi untuk akses pasar ke negara-negara IORA.

"Tarif bea cukai bisa lebih murah karena sekarang kita tidak tahu berapa tarifnya. Kalau kita punya pengetahuan dalam bentuk jaringan, kita bisa lakukan harmonisasi, itu merupakan bibit awal dari perjanjian perdagangan," ujar Havas.

Terkait kerjasama pelabuhan, ia mengatakan Indonesia dapat mempunyai informasi terkait jumlah, ukuran, volume serta "dwelling time" pelabuhan di negara-negara IORA.

"Satu pelabuhan di Afrika bisa untuk akses ke berapa negara? ada tidak yang berfungsi hub di Afrika Timur? Informasi itu dapat menjadi bahan bagi kita untuk menyusun strategi sehingga produk Indonesia bisa masuk pasar," paparnya.

Faktanya, lanjut dia, tidak semua negara-negara Lingkar Samudera Hindia tidak mempunyai satu sistem yang bagus, misalnya di kawasan Afrika Timur tidak punya satu sistem yang bagus.

"Kalau tidak punya satu sistem perdagangan yang bagus, bisa tidak Indonesia berinvestasi untuk membuat satu sistem yang bagus. Jadi tidak hanya akses pasar untuk menjual barang dalam bentuk eskpor-impor, tapi juga dalam konteks Indonesia bisa membantu apa di negara-negara itu," tukas dia.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement