Image

Bersaing dengan Transport Online, Angkot Konvensional Perlu Pasang AC

ant, Jurnalis · Senin 15 Mei 2017, 19:51 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 05 15 320 1691724 bersaing-dengan-transport-online-angkot-konvensional-perlu-pasang-ac-j0x4xnYzhy.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

BEKASI - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto Iskandar mengemukakan angkutan umum konvensional berpendingin udara (AC) merupakan solusi efektif menyikapi persaingan bisnis dengan angkutan online.

"Tuntutan masyarakat sekarang cenderung ke online karena murah, mudah, serta nyaman. Kalau angkot dari dulu gitu-gitu saja, sudah panas, tidak nyaman, dan masih mahal," katanya.

Hal itu dikemukakan Pudji saat meresmikan operasional angkutan umum perkotaan (angkot) ber-AC di Plaza Pemkot Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Senin (15/5/2017) siang.

Dalam kegiatan itu, Pudji bersama jajaran Dinas Perhubungan dan Dewan Transportasi Kota Bekasi menyosialisasikan angkot ber-AC sebagai rujukan bagi para pengusaha yang berniat memberikan kenyamanan bagi para penumpangnya di tengah persaingan bisnis.

"Kalau teknologi sekarang kita tidak bisa hambat atau larang yang namanya online dimanfaatkan untuk beragam kegiatan, salah satunya transportasi online. Kita hanya bisa atur biar tidak jadi masalah besar," katanya.

Peluncuran angkot ber-AC di Kota Bekasi diharapkan bisa menjadi solusi efektif bagi pengusaha angkot konvensional dalam menyikapi persaingan bisnis dengan online. "Bangun kompetisi yang bagus. Kita apresiasi pengusaha yang mau lakukan tindakan positif. Angkot ber-AC ini magnet bagi yang lain," katanya.

Angkot ber-AC yang diperkenalkan kepada masyarakat itu merupakan jenis Toyota Kijang tahun rakitan 2005 milik Haiva Rossi sebanyak satu unit untuk trayek K02 Terminal Bekasi-Pondokgede.

Meski baru menjadi satu-satunya angkot ber-AC di Kota Bekasi, kata Pudji, pihaknya telah memberlakukan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 29 Tahun 2015 yang mewajibkan seluruh pengusaha angkot konvensional di Indonesia dilengkapi pendingin udara (AC) paling lambat 2018.

"Saat ini masih dalam tahapan sosialisasi kepada pengusaha dan masyarakat. Untuk sanksinya kita siapkan mulai 2018," katanya.

Sementara itu, pemilik angkot ber-AC Haiva Rossi mengaku baru kali ini melengkapi angkotnya dengan pendingin udara.

"Ini murni untuk menyikapi persaingan saya dengan angkutan online yang sekarang sudah banyak. Intinya, saya ingin memberikan pelayanan yang terbaik buat penumpang saya," katanya.

Dia mengaku belum berniat menaikkan tarif angkot meskipun telah dilengkapi pendingin udara.

"Tarifnya masih normal seperti angkot lain yang belum ber-AC," katanya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini