Dalam pidatonya, Xi menekankan BR bertujuan meningkatkan perdagangan multilateral, juga inisiatif untuk meningkatkan perdamaian di dunia yang kini penuh tantangan. Kepada hampir dua lusin pemimpin dunia yang berkumpul, Xi menandaskan negara-negara di dunia harus menjunjung tinggi dan mengembangkan ekonomi dunia secara terbuka.
Proyek ini sendiri akan menghubungkan China dengan Asia, Eropa, dan Afrika melalui infrastruktur dan investasi. Direktur analisa untuk Asia di Control Risk Group, Andrew Gilholm menyebut inisiatif BR untuk mengisi kekosongan dan memanfaatkan persepsi secara global, dimana AS di bawah komandan baru Donald Trump lebih memilih proteksionisme ekonomi.
Dalam KTT hadir beberapa kepala negara seperti Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Indonesia Joko Widodo, dan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif. Namun India tidak mengirimkan delegasi, dengan alasan sedang menghadiri KKT G-7 di Italia.
Putin dan Erdogan sendiri mendukung insiatif China sebagai hal yang tepat dan menjanjikan, sambil menyoroti Persatuan Ekonomi Eurasia yang dipimpin oleh Rusia. Sementara Erdogan mengatakan bahwa saat ini, pusat gravitasi ekonomi dunia sudah beralih dari Barat ke Timur. Dan ingin ekspansi infrastruktur yang direncanakan (One Belt, One Road) terhubung dengan Turki.
Menteri Keuangan Inggris Philip Hammond menyebut inisiatif tersebut sangat inovatif. Bahkan Hammond menekankan keinginan Inggris untuk mendapatkan hubungan perdagangan global baru saat mereka benar-benar mengimplementasikan meninggalkan Uni Eropa. Dan Sharif menyebut forum tersebut sebagai peristiwa bersejarah yang akan menghancurkan hambatan perdagangan global.