Image

Punya 3 Pabrik Perhiasan Handmade, Begini Sejarah PT Hartadinata Abadi

Widi Agustian, Jurnalis · Jum'at 19 Mei 2017, 10:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 05 19 278 1694850 punya-3-pabrik-perhiasan-handmade-begini-sejarah-pt-hartadinata-abadi-zBuGg9g1CI.jpg Hartadinata Abadi (Foto: Koran Sindo)

JAKARTA - Produsen dan penyedia perhiasan emas terintegrasi PT Hartadinata Abadi melakukan initial public offering (IPO). Saat ini, perseroan tengah melakukan roadshow.

Hartadinata menawarkan sebanyak 1,5 miliar lembar saham yang keseluruhannya merupakan saham baru. Jumlah tersebut ekuivalen dengan 30% dari jumlah modal disetor HA setelah IPO.

Dana yang diperoleh dari IPO ini mencapai Rp450 miliar. Rencananya, sekira 50% akan digunakan untuk refinancing sebagian dari pinjaman modal kerja. Sisanya 50% dibagi dengan rincian 42% untuk pembelian bahan baku, 6% untuk pembelian tooling chain machine dan 2% untuk pembentukan, dan penerapan aplikasi sistem e-commerce.

Bisnis yang digeluti oleh Hartadinata ini cukup unik dan menarik. Karena, tidak banyak perusahaan produsen perhiasan yang cukup besar di Indonesia. Terlebih, berani masuk ke pasar modal seperti Hartadinata.

Perusahaan ini sebenarnya berdiri cukup lama. Sejarahnya, perusahaan ini berawal ketika Ferriyady Hartadinata, yang kini menjabat sebagai Komisaris Utama Hartadinata Abadi, bekerja sebagai seorang marketing gold jewellery pada 1989-1996.

Pada 1997 menjadi awal mula usaha makloon perhiasan. Untuk para konsumen dan produksi dari handmade jewellry yang dilakukan dalam skala industri rumahan.

Outlet pertama pun dibuka pada 1997-1998. Lokasinya di Jalan Cibaduyut, Bandung, dengan nama Toko Mas ACC yang terus tumbuh pesat hingga memeiliki 7 cabang di Jawa Barat.

Saat krisis 1998, berbeda dengan perusahaan pesaing yang membatasi produksi perhiasan. Ferriyady malah melihatnya sebagai sebuah peluang usaha sehingga mengambil keputusan untuk memperbesar produksi handmade jewellry.

Pada 2015, perseroan mengembangkan produksi. Selain bidang casting produk, yakni cincin, liontin, gelang, anting, dan giwang, perusahaan mengembangkan produksi kalung yang didukung dengan mesin berteknologi dari Italia.

Perseroan pun kini mengoperasikan sejumlah pabriknya. Pertama di Pabrik Sayeti di Kawasan Pabrik Jalan Sayeti seluas 2.500 meter persegi. Lalu ada dua pabrik, yakni Pabrik HA1 dan HA2 di Kawasan Pabrik Jalan Sukamenak dengan luas masing-masing 3.600 meter persegi dan 750 meter persegi. Lalu Pabrik Sapphire di Kawasan Pabrik Jalan Sayuran seluas 720 meter persegi.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini