Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menko Darmin: 10 Tahun, 5 Juta Keluarga Desa Pindah ke Kota

Giri Hartomo , Jurnalis-Jum'at, 19 Mei 2017 |14:59 WIB
Menko Darmin: 10 Tahun, 5 Juta Keluarga Desa Pindah ke Kota
Foto: Giri/Okezone
A
A
A

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution berpendapat, masih banyak permasalahan yang terjadi di perdesaan. Masalah utamanya adalah perdesaan belum mampu mengatasi masalah migrasi penduduk. 

Mengingat, laju migrasi penduduk desa di penjuru Indonesia mencapai 4% per tahun dan merupakan salah satu yang tertinggi di dunia. Bahkan diperkirakan pada 2025, 65% penduduk desa akan berpindah ke kota dan diperkirakan akan mencapai 85% pada 2050. 

"Saya selalu menganggap persoalan utama desa itu adalah berawal dari kegiatan yang kecil-kecil dan fragmented. Itu dia salah satu titik lemah yang menjadi tantangan bagi kita untuk menjawabnya," ujar Darmin di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (19/5/2017)

Dari sensus pertanian dalam periode 2003 sampai 2013, sekira 5 juta keluarga petani yang bermigrasi adalah berasal dari desa. Namun sayangnya, banyak penduduk desa yang datang ke kota dengan bermodalkan nekat dan badan saja.

"Dari sensus pertanian 2003 ke 2013, kita tahu bahwa selama 10 tahun itu ada 5 juta keluarga petani yang keluarga dari desa. Dengan modal pindah yang tidak terlalu jelas. Bisa juga jadi TKI. Itu yang selalu kita anggap berkah dan sekaligus jadi sesuatu yang suka kita tangisi," kata Darmin.

Darmin menyayangkan hal tersebut. Pasalnya dengan hanya bermodal nekat, efeknya para penduduk desa yang bermigrasi hanya akan menjadi pegawai informal yang mayoritas adalah pedagang kaki lima hingga tukang becak.

"Dulu 20, 30, 40 tahun lalu waktu saya masih remaja, saya selalu menyaksikan penduduk desa datang ke kota dengan badannya sendiri saja, mungkin juga sekarang. Kemudian di kota ada bandar apa pun juragan yang membuka orang datang dengan dirinya saja, dia training dua sampai tiga jam," jelas Darmin.

(kmj)

(Rani Hardjanti)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement