JAKARTA - Harga tanah dan properti semakin naik setiap tahunnya. Karenanya, tanah dan properti dianggap sebagai investasi menguntungkan. Kenaikan pesat terjadi di kota-kota besar di mana infrastruktur, aksesibilitas, lokasi, dan kelangkaan menjadi penyebab melejitnya harga tanah.
Jangan heran kalau di Jakarta sebagai ibukota dan pusat bisnis, harga properti dan tanah bisa mencapai puluhan juta hingga ratusan juta per meternya. Lonjakan harga tanah dan properti di Jakarta bahkan mencapai 80-100% selama lima tahun terakhir.
Sudah pasti, yang bisa membeli tanah dan properti di Jakarta saat ini bisa dikatakan orang berduit. Perlu dicatat, membeli dengan uang sendiri, bukan mewarisi rumah orangtua yang memang berlokasi di daerah elite Jakarta. Memangnya semahal apa harga tanah dan properti di Jakarta?
1. Jakarta Pusat: Menteng
Sejak dulu, Menteng terkenal sebagai kawasan elite. Menteng merupakan perumahan bergaya villa pertama di Jakarta (dulu Batavia) yang dikembangkan pada tahun 1910-1918. Tujuannya adalah membangun perumahan untuk pegawai pemerintah Belanda dan golongan elite Belanda. Perancang kawasan ini adalah arsitek Belanda dan mengacu pada model kota taman di Inggris.
Hingga sekarang, rumah-rumah mewah dan luas di Menteng masih berdiri. Di kawasan ini juga berdiri kedutaan besar negara sahabat dan menjadi domisili banyak pejabat tinggi negara. Soekarno, Mohammad Hatta, Natsir, dan Nasution, juga pernah mendiami wilayah ini.