Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

'Pisah Ranjang' dengan Arab Cs, Pasar Saham Qatar Terjun Bebas 7%

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Selasa, 06 Juni 2017 |10:31 WIB
'Pisah Ranjang' dengan Arab Cs, Pasar Saham Qatar Terjun Bebas 7%
Ilustrasi pasar modal. (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Pasar saham Qatar turun lebih dari 7% karena enam tetangga negara Timur Tengah telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Doha, yang diduga mendukung terorisme. Salah satu dari negara tersebut adalah Arab Saudi.

Indeks saham utama di Doha tergelincir sesaat setelah pembukaan dan menjadi penurunan paling tajam dalam lebih dari tujuh tahun. Namun, kerugian tersebut akhirnya tertahan di 7,2% pada pukul 03.00 waktu setempat.

Enam negara termasuk Arab Saudi dan Mesir, semuanya menuduh Qatar mendukung terorisme, meskipun hal itu telah dibantah. Para investor melihat penarikan diplomatik tersebut akan menghancurkan hubungan negara-negara Teluk yang sudah terjalin sejak lama dan menjadi sekutu dekat Amerika Serikat (AS).

Sementara Arab Saudi, eksportir minyak mentah terbesar di dunia, mengatakan bahwa Qatar telah mendukung kelompok teroris asal Iran tersebut. Namun, Qatar mengatakan keputusan bersama tersebut tidak memiliki dasar. Oleh karena itu, langkah ini tidak dapat dibenarkan.

Ketegangan politik di kawasan, seperti Mesir, Arab Saudi, Bahrain, dan Uni Emirat Arab, telah berkembang dalam beberapa pekan terakhir. Negara-negara tersebut telah memutuskan hubungan dari Doha dan memblokir situs berita berbasis Qatar pada Mei.

Selain pasar saham, keputusan tersebut membuat harga minyak bergerak bak roller coaster, di mana harga si emas hitam sempat naik 1,6%, namun berakhir turun hampir 1%. Pasalnya, Arab Saudi, UEA, Mesir, dan Bahrain bahkan menutup jaringan transportasi gas alam cair (LNG) dengan Qatar. Negara calon tuan rumah Piala Dunia 2022 itu dikenal sebagai salah satu penghasil gas alam cair.

Alhasil, dalam penutupan perdagangan minyak pada Senin malam, harga minyak mentah berjangka Brent International turun 48 sen atau 0,96% ke level USD49,47 per barel. Sementara itu, minyak berjangka AS, West Texas Intermediate turun 26 sen atau 0,55% ke level USD47,40 per barel.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement