Share

IPO, Mark Dynamics Siapkan Capex Rp23 Miliar

Ulfa Arieza, Jurnalis · Selasa 06 Juni 2017 16:10 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 06 278 1709079 ipo-mark-dynamics-siapkan-capex-rp23-miliar-w5YmTWT8Bn.jpg Ilustrasi Capex. (Foto: Okezone/Dede)

JAKARTA - Perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur cetakan sarung tangan berbahan dasar keramik, PT Mark Dynamics Indonesia menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp23 miliar pada tahun ini.

Dari angka tersebut, sebesar Rp13 miliar akan digunakan untuk mengembangkan gedung dan bangunan, sedangkan sisanya yakni sebesar Rp10 miliar, akan digunakan untuk pembelian dan pemeliharaan mesin.

Chief Financial Officer (CFO) PT Mark Dynamics Indonesia Tbk Poh Seng Hiap mengatakan, dana belanja modal yang dialokasikan untuk membeli mesin berasal dari dana internal perusahaan.

"Sedangkan untuk pengembangan gedung dan bangunan sebesar Rp13 miliar akan menggunakan dana dari hasil IPO," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (6/6/2017).

Saat ini, perusahaan telah memiliki pabrik utama di kawasan industri Medan Star, Tanjung Morawa, dengan luas 10.000 meter persegi. Dengan adanya pengembangan gedung bangunan serta penambahan kapasitas mesin, perusahaan menargetkan kenaikan kapasitas produksi sebesar 10% setiap tahunnya. "Total kapasitas produksi hingga akhir 2017 kami targetkan 420.000 pcs tiap bulannya," tambahnya. 

Apabila target kenaikan 10%, hingga 2020 perseroan yakin dapat memproduksi sebanyak 580.000 pcs. Selain itu, perseroan juga menargetkan penjualan mencapai Rp251,7 miliar, naik 21,47% dari pendapatan 2016 sebesar Rp207,2 miliar. Dari segi laba, perseroan menargetkan laba Rp31,8 miliar pada tahun ini. Dia pun optimistis dapat meningkatkan market share hingga 10%.

Saat ini, pangsa pasar terbesar masih berada di Malaysia sebesar 65% dari total pangsa pasar. "Dikarenakan Malaysia produsen sarung tangan di dunia, jadi hand former dijual ke situ. Indonesia kecil, kita jual ke Thailand, Vietnam, dan China," tambahnya.

Sementara itu, perseroan berencana melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), dengan melepas sebanyak-banyaknya 160 juta saham biasa atas nama kepada publik. Total saham yang ditawarkan kepada publik setara dengan 21,05% dari modal yang ditempatkan dan disetor perseroan setelah pelaksanaan penawaran umum perdana saham perseroan.

Adapun kisaran harga penawaran yakni Rp200 sampai dengan Rp300 per saham, dengan nilai nominal Rp100 per saham. Dengan harga tersebut, perseroan menargetkan raihan dana segar dari IPO sebesar Rp32 miliar hingga Rp48 miliar.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini