Bisnis Sarung Tangan di Tengah Covid-19, Mark Dynamics Raup Laba Rp88 Miliar

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 15 Mei 2020 12:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 15 278 2214534 bisnis-sarung-tangan-di-tengah-covid-19-mark-dynamics-raup-laba-rp88-miliar-6Dsd8AHjZA.jpg Uang Rupiah (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) mencatatkan laba bersih Rp88 miliar pada tahun 2019. Laba ini meningkat sebesar 7,45% jika dibandingkan dengan tahun 2018 sebesar Rp81,90 miliar.

“Peningkatan laba ini didukung dengan meningkatnya produktivitas Perseroan sepanjang 2019,” kata Presiden Direktur MARK Ridwan Goh dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (15/5/2020).

Baca Juga: Lawan Covid-19, Gaji dan THR Pimpinan hingga Pegawai LPS Dipotong

Peningkatan laba bersih ini sebagai akibat dari peningkatan Penjualan Perseroan pada tahun 2019 sebesar 11,08 % menjadi Rp361,54 miliar jika dibandingkan dengan tahun 2018 sebesar Rp325,47 miliar.

Pencapaian yang diraih oleh MARK merupakan keberhasilan Perseroan menjaga tingkat efisiensi serta mempertahankan kualitas produk sesuai dengan permintaan pelanggan. Hal ini terlihat dari keberhasilan Perseroan menjaga margin laba kotor sebesar 43,26% dengan nilai sebesar Rp156,42 miliar.

Baca Juga: Mochtar Riady: Kita Dipaksa untuk Masuk ke Industri 4.0

Pertumbuhan kinerja operasional yang dicapai Perseroan pada tahun 2019 berjalan seiring dengan peningkatan kinerja keuangan dimana Total Aset Perseroan meningkat sebesar 38,72% menjadi Rp441,25 miliar per 31 Desember 2019 dibandingkan dengan Rp318,08 miliar Per 31 Desember 2018.

Aset lancar mengalami peningkatan sebesar 41,79% dengan nilai sebesar Rp229,92 miliar per 31 Desember 2019 dibandingkan dengan Rp162,15 miliar per 31 Desember 2018. Sementara peningkatan Aset Tidak Lancar sebesar 35,53% dengan nilai Rp211,33 miliar per 31 Desember 2019 jika dibandingkan dengan Rp155,93 miliar per 31 Desember 2018.

Peningkatan juga terjadi pada posisi Ekuitas Perseroan sebesar Rp299,02 miliar per 31 Desember 2019 dibandingkan dengan Rp237,74 miliar per 31 Desember 2018. Peningkatan Ekuitas terjadi menyusul tercapainya peningkatan Saldo Laba Ditahan sebesar Rp200,39 miliar per 31 Desember 2019 dibandingkan dengan posisi Rp138,99 miliar per 31 Desember 2018.

“Pertumbuhan berkualitas dan berkelanjutan akan tetap dijaga Perseroan," ungkap Ridwan.

Berdasarkan data Malaysian Rubber Glove Manufacturers Association (MARGMA) pertumbuhan permintaan kebutuhan global hingga 300 Miliar sarung tangan di tahun 2019. Masih berdasarkan dari MARGMA bahwa kebutuhan sarung tangan khusus industri di dunia, rata-rata naik 8% sampai 10% setiap tahunnya.

Tentunya hal ini berdampak positif bagi MARK sebagai emiten pemasok molding atau cetakan sarung tangan di Indonesia. Volume produksi Perseroan meningkat sebesar 12,21% menjadi 7.182.812 pieces di tahun 2019 dibandingkan dengan 6.400.711 pieces di tahun 2018. Kenaikan permintaan cetakan sarung tangan ini otomatis akan mendorong kinerja Perseroan lebih positif. Saat ini Perseroan menguasai pangsa pasar cetakan sarung tangan kesehatan sebesar 35% di dunia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini