Mark Dynamics Raup Laba Rp144 Miliar, Naik 63%

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 12 April 2021 10:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 12 278 2393123 mark-dynamics-raup-laba-rp144-miliar-naik-63-ILsVzXg1Ic.jpg Mark Dynamics Cetak Laba. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk mencetak laba sebesar Rp144,19 miliar pada 2020. Laba ini meningkat 63,85 % jika dibandingkan pada 2019 sebesar Rp88,00 miliar.

“Gaya hidup baru akan pentingnya kesehatan mendongkrak penjualan sarung tangan, sehingga cetakan sarung tangan menjadi peranan penting dalam produksi sarung tangan," kata Presiden Direktur MARK Ridwan Goh dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (12/4/2021).

Peningkatan laba bersih karena keberhasilan dalam penetrasi pasar baru serta strategi produksi untuk mencapai efisiensi dan peningkatan kualitas produk. Pada tahun 2020 ini MARK mencetak penjualan tertinggi sepanjang masa dengan membukukan Rp565.44 miliar, naik 56,39% dari tahun 2019 sebesar Rp361,54 miliar.

Baca Juga: Bisnis Sarung Tangan di Tengah Covid-19, Mark Dynamics Raup Laba Rp88 Miliar

Hal ini terlihat dari keberhasilan MARK menjaga margin laba kotor sebesar 42% dengan nilai sebesar Rp236,79 miliar.

Volume produksi MARK meningkat sebesar 22% menjadi 8,8 juta pieces di tahun 2020 dibandingkan dengan 7,2 pieces di tahun 2019. Kenaikan permintaan cetakan sarung tangan ini otomatis akan mendorong kinerja MARK lebih positif.

Per tahun 2020, MARK telah mencakup market shares sebesar 35% dengan kapasitas produksi sebanyak 800 ribu pieces/bulan.

Baca Juga: Mark Dynamics Bakal Buyback Saham Rp15 Miliar

Sebelumnya diprediksikan bahwa permintaan sarung tangan secara global di tahun 2020 sekitar 300 milyar pieces, akan tetapi permintaan di masa covid-19 menjadi sekitar 420 milyar pieces.

Hal ini dikarenakan pandemi covid-19 serta meningkatnya kesadaran yang lebih tinggi pemakaian sarung tangan serta diterapkannya protokol kesehatan yang lebih ketat dibandingkan sebelumnya.

Malaysia tetap memegang pangsa pasar global terbesar yaitu dengan pangsa 67%. Negara Malaysia telah menjadi tujuan ekspor terbesar buat perseroan menyusul Thailand, China dan Vietnam.

Peningkatan permintaan sarung tangan global ini, akan secara langsung mendorong peluang pertumbuhan MARK di tahun- tahun berikutnya.

Selama 2020, MARK menjadi tujuan utama produsen sarung tangan dunia, hal ini menjadi pendorong bagi meningkatnya average selling price (ASP) sekitar 15 %. Sebagai informasi, permintaan cetakan sarung tangan global di tahun ini melonjak lebih dari 100% dimana supply seluruh dunia hanya naik lebih kurang 30% dan MARK terus berusaha memenuhi supply side.

MARK bahkan telah mengantongi kontrak penjualan sebesar sekitar USD70 juta untuk pengapalan pada 2021. Produk perseroan laku keras seiring dengan permintaan sarung tangan secara global. Pada kontrak mendatang selain Malaysia, produsen sarung tangan juga berasal dari beberapa negara seperti China, Thailand, Vietnam, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat,” ujar Ridwan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini