Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mantap! Ada Satgas Pangan, Harga Kebutuhan Pokok Lebih Stabil

Lidya Julita Sembiring , Jurnalis-Selasa, 06 Juni 2017 |09:46 WIB
Mantap! Ada Satgas Pangan, Harga Kebutuhan Pokok Lebih Stabil
Foto: Antara
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mengawasi dan rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar rujukan sebagai upaya menstabilkan harga kebutuhan pokok masyarakat. Langkah tersebut pun dinilai mampu menekan harga saat bulan Ramadan dan menjelang Lebaran.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag, harga beberapa komoditas strategis nasional sebagian telah mengalami penurunan. Harga cabai misalnya, dari Rp28.618 per kilogram (kg) pada Jumat 2 Juni 2017 telah turun menjadi Rp26.841 per kg pada Senin 5 Juni 2017.

Sementara itu, harga daging ayam juga turun dari Rp31.491 per kg menjadi Rp30.812 per kg. Harga telur ayam dari sebelumnya Rp23.002 per kg pada Jumat 2 Juni 2017, turun menjadi Rp22.882 per kg pada Senin 5 Juni 2017.

Pengamat ekonomi Institut Pertanian Bogor Hermanto Siregar menilai sepanjang Ramadan ini pemerintah secara keseluruhan telah berhasil menekan gejolak harga kebutuhan pokok masyarakat. "Saya kira selama Ramadan ini harga-harga kebutuhan pokok jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu karena belum ada gejolak yang berarti," ungkapnya melalui keterangan tertulisnya, Selasa (6/6/2017).

Ia pun mendorong pemerintah agar terus konsisten dalam menstabilkan harga kebutuhan pokok seiring Ramadan menyisakan sekira 20 hari lagi. Selain itu, pemerintah juga diharapkan dapat menekan gejolak harga saat Idul Fitri.

"Yang harus diwaspadai adalah beberapa hari lagi menuju Idul Fitri. Dan kenapa pasar-pasar rujukan harus terus diwaspadai seperti pasar Cipinang, Kramat Jati, dan lain-lain, karena kalau di pasar itu harga pada naik, di daerah juga akan naik," jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga diharapkan bisa berkoordinasi dengan pemda-pemda untuk bergerak menggelar operasi pasar agar harga-harga tetap stabil. Sebab, gejolak harga tidak hanya terjadi di pusat-pusat kota, tetapi juga di daerah.

Secara terpisah, Pengamat Kebijakan Publik Universitas Indonesia Teguh Dartanto mengatakan, pemerintah diharapkan konsisten menerapkan kebijakan harga eceran tertinggi (HET) untuk beberapa komoditas yang telah dilakukan sebelum Ramadan ini.

Menurutnya, kebijakan tersebut dilakukan untuk mengontrol harga agar selama Ramadan tidak terjadi kenaikan pada komoditas bahan pokok masyarakat. Dia mengingatkan pemerintah untuk komitmen dengan kebijakan yang dikeluarkannya.

"Intinya kalau pemerintah menetapkan HET, maka pemerintah juga harus menjaga stok yang ada. Kalau kebijakan diterapkan tetapi stoknya tidak ada, ya tidak bakal berdampak. Terutama di daerah yang harus dikontrol karena mereka tidak begitu perhatikan," tukasnya.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement