Image

Mantap! Silangit Disulap Jadi Bandara Internasional

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Kamis 08 Juni 2017, 12:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 06 08 320 1710767 mantap-silangit-disulap-jadi-bandara-internasional-NXrtGxtT6P.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

MEDAN - Kementerian Pariwisata RI memastikan tahun ini akan merevitalisasi pembangunan Bandara Silangit di Tapanuli Utara sehingga bisa menjadi bandara berstandar internasional.

Pembangunan ini diharapkan dapat menjadi upaya mendorong percepatan pembangunan kawasan Danau Toba yang telah ditetapkan menjadi destinasi pariwisata nasional.

“Tahun ini, Bandara Silangit akan kita bangun menjadi bandara internasional, kalau Danau Toba sudah kita tetapkan menjadi destinasi pariwisata nasional, maka bandaranya juga harus internasional. Tidak bisa lagi dari Bandara Kualanamu, karena itu jaraknya ke Parapat terlalu jauh, kalau dari Silangit waktu tempuh cukup dua jam,” ujar Menteri Pariwisata RI Arief Yahya didampingi Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi, Kamis (8/6/2017).

Dalam rangka revitalisasi tersebut, lanjut Arief, pihaknya juga sudah menyurati Kementerian Hukum dan HAM agar dapat mempersiapkan tenaga imigrasi untuk Bandara Silangit.

“Kalau Bandara Silangit tidak segera kita bangun jadi bandara internasional, maka wisatawan akan enggan untuk datang ke Danau Toba, karena orang kalau sudah waktu tempuhnya lebih dari dua jam perjalanan darat itu tidak akan mau,” terang Arief.

Arief juga mengatakan untuk membangun kawasan Danau Toba, pemerintah secara umum akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp20 triliun. Sebesar Rp10 triliun dari anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur dasar dan Rp10 triliun untuk pembangunan resort.

“Sekarang untuk infrastruktur sudah mulai kita kerjakan, seperti jalan tol sudah kita bangun, perbaikan jalan menuju Bandara Silangit yang menghabiskan anggaran sekitar Rp350 miliar, begitu juga perbaikan jalan menuju Bandara Sibisa. Kemudian pembangunan jalan inner ring road Danau Toba yang berada di Samosir, serta jalan outer ring road yang berada di luar Danau Toba,” kata Arief.

Selain dari APBN, kata dia, pembangunan kawasan Danau Toba juga akan ditopang dengan bantuan dari World Bank sebesar USD200 juta yang diperuntukkan bagi tiga destinasi wisata nasional yakni Danau Toba, Borobudur, dan Mandalika.

“Jadi kalau dirata-ratakan dari World Bank itu, Danau Toba bisa mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp800 miliar. Anggaran ini juga yang akan kita buat master plan kawasan Danau Toba yang nantinya akan dikerjakan oleh konsultan kelas dunia,” terang Arief.

Arief juga mengharapkan dukungan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang berada di sekitar Danau Toba. Terutama dalam hal pengeluaran izin Amdal.

"Satu hal yang kita harapkan, tadi juga saya sudah katakan kepada Gubsu adalah untuk membantu Amdal, baik Amdal yang dikeluarkan provinsi ataupun kabupaten/kota,” terang Arief.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini