JAKARTA - Pencapaian pasar modal yang telah mencapai 1 juta investor, tentunya merupakan prestasi yang cukup membanggakan kendati angka tersebut masih kecil bila dibandingkan dengan jumlah populasi penduduk Indonesia. Ironisnya, jumlah investor yang sudah tembus 1 juta, rupanya baru sekira 10%-12% investor yang aktif bertransaksi.
Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Frederica Widyasari Dewi mengatakan, dari data single investor identification (SID) yang sudah mencapai 1 juta investor dan didominasi investor saham, ternyata hanya 10%-12% investor yang aktif. “Mungkin sekitar 10-12% yang benar-benar aktif trading harian,” ungkapnya di Jakarta.
Menurut data KSEI, jumlah investor pemilik saham, obligasi, atau efek bersifat utang sebesar 580.685. Sementara untuk investor reksadana mencapai 523.309. Selain itu, persebaran jumlah investor juga masih belum merata. Mayoritas SID masih berasal dari Pulau Jawa dan sebagian besar masih berkumpul di Jakarta. Disebutkan, dari 1 juta investor pasar modal, sekira 75% masih di Pulau Jawa dan sisanya di luar Jawa.
Menurut Kiki –sapaan akrabnya, pertumbuhan jumlah SID yang semakin masif disebabkan implementasi sistem pengelolaan investasi terpadu (S-INVEST) pada Agustus 2016 dan ditunjuknya KSEI sebagai SID Generator untuk investor Surat Berharga Negara pada Oktober 2016. Sejak saat itu, menurut Kiki, jumlah investor pasar modal meningkat hingga dua kali lipat.
“Jadi kalau dulu nasabah reksadana ada berapa kan kita enggak pernah tahu, secara nomor tunggalnya berapa sih. Setelah ada S-INVEST yang benar-benar SID tunggal berapa, kalau dikira-kira 400-an ribu yang reksadana," kata dia.
"Tapi kan orang punya saham, reksadana, ORI, semua itu dihitung satu. Jadi angka 1 juta ini benar, walaupun dia punya lima jenis investasi dihitungnya hanya satu,” ungkapnya.
Ke depan, lanjutnya, KSEI bersama dengan Self Regulatory Organization (SRO) lainnya akan terus berupaya mendongkrak pertumbuhan investor mengingat jumlahnya saat ini masih kurang dari 1% dari total jumlah penduduk Indonesia.
“Persebarannya pun belum merata karena masih terkonsentrasi di Pulau Jawa sebesar 77%. Namun dengan jumlah penduduk yang cukup besar dan potensi pasar yang terus dikembangkan, kami harapkan jumlah SID ke depannya dapat terus meningkat,” harapnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.