Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penjualan Lesu, Electronic City Tak Bagikan Dividen

Agregasi Harian Neraca , Jurnalis-Rabu, 21 Juni 2017 |11:33 WIB
Penjualan Lesu, Electronic City Tak Bagikan Dividen
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Lesunya penjualan perseroan, menjadi alasan penundaan laba PT Electronic City Indonesia Tbk dan keputusan tersebut telah mendapat persetujuan dari rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Electronic City Indonesia Tbk.

Disebutkan, RUPS menyetujui untuk tidak membagikan dividen untuk tahun 2016 dan seluruh laba bersih dari total seluruh kerugian yang dialami oleh perseroan dan telah diperoleh perseroan selama tahun 2016 akan dibukukan sebagai laba ditahan. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, RUPS Electronic City Indonesia juga memutuskan untuk melakukan pergantian direksi dan komisaris. Roland Hutapea diangkat sebagai Direktur. Sedangkan Josephine Sukmadewi K. diangkat sebagai Komisaris Perseroan. Sehingga setelah dilakukan perubahan, untuk selanjutnya susunan pengurus perseroan menjadi sebagai berikut:

Sebagai informasi, pesatnya pertumbuhan elektronik tidak mampu mengerek penjualan Electronic City. Tengok saja, di kuartal pertama 2016, perseroan memutuskan untuk menutup empat gerainya.

Penjualan yang tidak mencapai target memaksa perusahaan untuk melakukan efisiensi. Electronic City juga sedang dihadapkan dengan terus turunnya angka penjualan. Padahal, pertumbuhan penjualan elektronik di Indonesia sedang meningkat pesat.

Gerai yang mewah, dagangan yang tertata rapi, salesman yang ramah, ternyata tak menjamin kesuksesan penjualan. Lebih dari itu, butuh sebuah strategi untuk bisa bertahan menghadapi perubahan perilaku konsumen di masa kini. Apa yang terjadi pada Electronic City adalah sebuah pelajaran. Penjualan elektronik baik Indonesia maupun dunia mengalami pertumbuhan yang terus positif. Namun, hal itu ternyata tidak mampu mendongkrak kinerja Electronic City.

Pada kuartal I-2016, kinerjanya merosot tajam. Perusahaan ritel elektronik ini hanya mampu membukukan pendapatan sebesar Rp403 miliar. Angka tersebut turun Rp83 miliar jika dibandingkan dengan periode serupa di tahun 2015 yang mencapai Rp486 miliar.

Penurunan kinerja Electronic City ini sudah berlangsung sejak 2015. Pada tahun tersebut, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp1,78 triliun, turun tajam dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya sebesar Rp2,226 triliun. Konsekuensinya, laba perusahaan anjlok hingga 71,3% dari Rp129,45 miliar menjadi Rp33,04 miliar.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement