Incar Bank Kecil, Bos BCA: Akuisisi Sama seperti Cari Jodoh

Sindonews, Jurnalis · Rabu 21 Juni 2017 15:57 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 21 278 1721791 incar-bank-kecil-bos-bca-akuisisi-sama-seperti-cari-jodoh-vlfP9m3AFj.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memang memiliki rencana mengakuisisi perbankan lainnya. Namun, ada beberapa kriteria yang harus dipahami dan didalami sebelum proses akuisisi tersebut terjadi.

Presiden Direktur PT Bank BCA Jahja Setiaatmadja mengungkapkan, mengakuisisi sebuah bank itu seperti mencari jodoh. Harus dilihat dari segi bibit, bobot, dan bebetnya, agar bisa hidup lebih lama secara berkesinambungan.

"Ya ibaratnya begini, kalau mau cari istri atau suami kan harus memerhatikan bibit, bobot, dan bebetnya dulu. Saat ini enggak gampang. Malah sekarang banyak yang cari dari media sosial. Jejak rekamnya harus dilihat juga, utamanya itu, dia bergaulnya dengan siapa saja," kata Jahja, Jakarta, Rabu (21/6/2017).

Adanya ungkapan tersebut lantas dimaknai Jahja bahwa perbankannya belum menemukan bank yang cocok untuk mereka. Padahal, mereka sudah memiliki kriteria tersendiri.

"Ya ada kriterianya. Dia harus buku 1, bank kecillah. Karena kan kalau akuisisi bank kecil, modalnya enggak banyak," katanya.

Dia pun menambahkan, bank yang akan diakuisisi tersebut nantinya akan dikonversi menjadi digital banking agar mudah menyesuaikan sistem. Terlebih lagi, jika bank tersebut belum tercatat sebagai perusahaan publik.

"Kalau sudah jadi bank publik itu, orientasinya ke bisnis, agak repot, karena kan kami maunya ke digital bank. Jadi mendingan ke yang nonpublik sebetulnya," katanya.

Meski demikian, bukan berarti pihaknya antipati terhadap bank publik. Jika tidak ada bank buku 1 yang berminat atau tidak ada yang cocok, maka mereka akan mempertimbangkan untuk menggandeng bank publik.

"Kan cari jodoh itu susah, kalau misalnya enggak ada yang mau, ya apa boleh buat, yang publik," katanya.

Selain kriteria di atas, dia juga ingin bank tersebut akrab dengan anak muda atau menyasar ke generasi muda.

"Kalau digital bank itu familiernya di anak muda. Sebenarnya segmennya bagusnya di anak muda. Tapi sampai sekarang belum ada," imbuhnya.

Adanya niatan ini, tentunya membuat perusahaan menyiapkan anggaran yang besar untuk akuisisi tersebut, dan Jahja menyebutkan anggaran tersebut sudah tersedia,

"Totalnya Rp4 triliun, termasuk untuk pengembangan modal anak usaha," pungkasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini