Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mimpi Besar, Kembalikan Kejayaan Rempah-Rempah Indonesia

Dedy Afrianto , Jurnalis-Jum'at, 07 Juli 2017 |20:23 WIB
Mimpi Besar, Kembalikan Kejayaan Rempah-Rempah Indonesia
Foto: Dedy/Okezone
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah saat ini tengah mempersiapkan program perhutanan sosial dan redistribusi aset. Pada program ini, pemerintah akan membagikan lahan untuk dapat digarap oleh masyarakat yang menjadi target pemberian lahan.

Pada program ini, pemerintah menerapkan sistem sinergi lintas Kementerian. Salah satu kementerian yang terlibat adalah Kementerian Pertanian. 

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, nantinya Kementerian Pertanian akan berperan untuk menyiapkan bibit. Bibit ini akan disiapkan agar masyarakat yang menerima lahan dapat segera menggarap untuk menanam beberapa produk tanaman.

"Jadi dari Kementerian kehutanan mempersiapkan lahan hutan sosial redistribusi lahan kemudian nanti kita atur dengan baik. Selanjutnya Kementan menyiapkan bibit, menyiapkan alsintan," kata Amran di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (7/7/2017).

Beberapa jenis benih ini nantinya akan disiapkan oleh pemerintah. Menurut Amran, saat ini benih tersebut tengah dalam proses penyiapan.

"Benihnya nanti kita ada holtikutura,  perkebunan, kita siapkan cukup. Itu perintah Bapak Presiden besar anggarannya," kata Amran.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil. Utamanya para petani yang berhak menerima lahan ataupun hak guna usaha lahan milik pemerintah.

"Yang jelas ada sukun, cengkeh, intinya perintah Bapak Presiden, Indonesia dulu kaya dengan rempah-rempah seperti Maluku, Bengkulu, Sulawesi. Kita bangkitkan kembali dengan memberikan benih gratis ke seluruh petani Indonesia. Itu mimpi besar kita kembalikan kejayaan rempah-rempah Indonesia itu keinginan kita," tuturnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement