nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gapkindo: Harga Karet Akan Bagus, Syaratnya Minyak Sentuh USD50/Barel

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Jum'at 14 Juli 2017 19:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 07 14 320 1736710 gapkindo-harga-karet-akan-bagus-syaratnya-minyak-sentuh-usd50-barel-GYEEeva9lM.JPG Ilustrasi: (Foto: Reuters)

MEDAN - Realisasi ekspor komoditi karet alam Sumatera Utara sepanjang semester I-2017 (Januari-Juni) tercatat sebanyak 248.543 ton. Realisasi itu meningkat 40.522 ton atau sekira 19,48 persen jika dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun 2016 yang hanya 208.021 ton.

Sekretaris Eksekutif Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Edy Irwansyah mengatakan, peningkatan realisasi ekspor ini didorong oleh meningkatnya permintaan dari para importir dalam kurum waktu 2 hingga 4 bulan terakhir.

"Peningkatan permintaan cukup tinggi dalam 2-4 bulan terakhir. Peningkatan ini didorong oleh kebutuhan para Importir yang ingin mengamankan stok mereka,"sebut Edy kepada Okezone, Jumat (14/7/2017).

Edy menyebutkan, peningkatan sangat signifikan pada realisasi ekspor karet Sumatera Utara ini, belum linier dengan pergerakan harga karet. Harga rata-rata bulan ini (hingga 13 Juli 2017) masih rendah di angka sebesar 148,68 sen dolar AS per kg untuk jenis TSR 20, dan 169,94 sen dolar AS untuk jenis karet RSS3. Bahkan di tingkat petani, hanya harga berada di kisaran Rp.9 ribu-Rp.9.700 per kilogram.

Setidaknya ada dua faktor yang menyebabkan masih rendahnya harga karet. Pertama adalah karena masih rendahnya harga minyak dunia sebagai bahan baku karet sintetis yang merupakan produk substitusi dari karet alam.

"Harga karet alam akan membaik jika harga minyak dunia berada pada USD50 per barel,"jelas Edy.

Faktor kedua adalah karena adanya peningkatan produksi di beberapa negara produsen karet alam. Sehingga pasokan ke pasar global juga mengalami peningkatan.

"Salah satunya Vietnam yang merupakan salah satu negara penghasil karet alam terbesar di dunia. Jadi peningkatan pasokan terjadi di tengah permintaan global yang tidak naik terlalu signifikan," tandasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini