Image

Agar KPR Langsung Goal, Ketahui Terlebih Dahulu Status BI Checking Anda

Agregasi Senin 17 Juli 2017, 09:00 WIB
https img z okeinfo net content 2017 07 14 470 1736724 agar kpr langsung goal ketahui terlebih dahulu status bi checking anda PBThasLif8 jpg Ilustrasi (foto: Shutterstock)

JAKARTA - Sebelum mengajukan KPR ke bank, agar proses ini tak jadi sia-sia belaka, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dulu status kredit yang tercatat di Bank Indonesia (BI).

Akrab disebut BI Checking, ini merupakan riwayat pinjaman seorang nasabah sehingga dapat diketahui apakah ia pernah menunggak kredit atau tidak.

Pasalnya, riwayat dalam Sistem Informasi Debitur (SID) Bank Indonesia ini selalu menjadi penentu disetujui atau ditolaknya pengajuan kredit Anda, termasuk urusan kredit properti.

Untuk mengetahui status BI Checking sangatlah mudah. Masyarakat dapat memperoleh IDI Historis atas nama dirinya sendiri melalui lembaga keuangan anggota Biro Informasi Kredit yang memberikan fasilitas penyediaan dana atau pembiayaan kepada masyarakat.

Selain itu, permintaan IDI Historis juga dapat disampaikan kepada Bank Indonesia dengan cara mengunjungi Gerai Info Bank Indonesia atau Kantor Bank Indonesia setempat.

Permintaan juga dapat disampaikan secara online melalui website Bank Indonesia dengan melengkapi formulir yang disediakan. Setelah mendapat jawaban melalui e-mail, hasil cetaknya dapat diambil di Gerai Info Bank Indonesia atau Kantor Bank Indonesia setempat.

Untuk mengambil hasil cetak, Anda nantinya akan diminta menyerahkan fotokopi identitas diri dengan menunjukkan identitas diri asli antara lain kartu tanda penduduk (KTP) atau kartu izin tinggal sementara (KITAS).

Berikut contoh formulir permintaan BI Checking yang bisa diisi secara online melalui website Bank Indonesia.

Cara Menghapus Blacklist BI

Tak jarang pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR) ditolak akibat calon debitur pernah tersandung masalah kredit macet dan masuk daftar hitam Bank Indonesia (BI). Apakah hal tersebut akhir dari impian Anda memiliki hunian? Nyatanya, tidak!

Memang, bila Anda pernah mengajukan kredit termasuk kartu kredit, maka secara otomatis catatan pembayaran pelunasan transaksi kredit Anda akan terlihat.

Ternyata, bank membagi debitur menjadi lima peringkat, yakni:

  • Skala 1 = Kredit baik (lancar)
  • Skala 2 = Kredit dalam perhatian khusus (DPK), atau kredit yang mutasinya tidak lancar selama 1-2 bulan
  • Skala 3 = Kredit tidak lancar alias kredit yang mutasinya tidak lancar selama 3-6 bulan
  • Skala 4 = Kredit diragukan yakni kredit tidak lancar yang sudah jatuh tempo tapi belum juga diselesaikan oleh debiturnya
  • Skala 5 = Kredit mecet atau usaha pengaktifan kembali kredit tidak lancar namun tetap gagal

Bila lancar membayar cicilan dan selalu tepat waktu, Anda mendapat peringkat pertama, sementara bagi yang belum melunasi utangnya lebih dari 270 hari masuk dalam peringkat lima.

Pada dasarnya, Anda diberi waktu enam bulan untuk pemulihan peringkat. Setelah kembali mendapat peringkat pertama, Anda baru dapat mengajukan kredit baru.

Jika telah masuk peringkat tiga, Anda sudah mendapat peringatan. Cara terbaik, sudah barang tentu adalah melunasi semua tunggakan berserta biaya penalti.

Akan tetapi, Anda juga bisa mengajukan negosiasi ulang terkait jangka waktu pembayaran dan perhitungan utang dengan pihak bank.

Nah, bagaimana jika sudah masuk peringkat lima? Tentu saja, Anda harus terus membayar cicilan dan melunasi utang-utang cicilan tersebut. Jika dalam tiga bulan pembayaran cicilan lancar, Anda bisa naik ke peringkat tiga.

Apabila tiga bulan kemudian masih lancar –apalagi jika bisa langsung melunasi utang– maka Anda bisa naik ke peringkat pertama dan dapat mengajukan kredit baru.

(dnb)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini