nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Beli Rumah dengan Tabungan Terbatas, Begini Cara Jitunya!

Agregasi Minggu 12 Agustus 2018 12:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 12 470 1935376 beli-rumah-dengan-tabungan-terbatas-begini-cara-jitunya-Cj3Vu0qxfF.jpg Ilustrasi Rumah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Banyak keluarga muda yang baru menikah tinggal di rumah mertua. Hal ini wajar-wajar saja. Namun, ada baiknya mereka memiliki rumah sendiri secepat mungkin.

Alasan terbesar tinggal di rumah mertua tentu saja adalah masalah keuangan. Maklum, harga rumah saat ini cukup tinggi sehingga butuh tabungan yang tak kecil untuk memiliki rumah sendiri. Tak pelak, mau tidak mau mereka harus berpikir otak untuk beli rumah dengan dana terbatas.

Padahal, saat ini ada cukup banyak pengembang yang tak sungkan memberikan program yang sayang untuk dilewatkan.

Melansir Rumah.com, Minggu (12/8/2018), contohnya #PatunganDP besutan PT Perintis Triniti Properti (Triniti Land) untuk proyek Collins Boulevard. Lewat program ini, dari uang muka 15%, separuhnya atau 7,5% akan dibayar developer. Sehingga sisa 7,5%-nya dibayar oleh konsumen dengan cara mencicil selama 6 bulan.

Untuk unit paling murah di Collins Boulevard, besaran cicilannya sekitar Rp7 juta per bulan. Setelah akad Kredit Pemilikan Apartemen (KPA), besaran cicilan yang dibayarkan setiap bulan selama 20 tahun sekitar Rp3 juta.

Program #Patungan DP ini berlangsung dari Juli hingga Oktober mendatang, dan yang perlu diingat adalah unit yang ditawarkan terbatas.

Founder Triniti Land, Bong Chandra mengatakan, proyek ini terdiri dari tiga tower apartemen dengan jumlah mencapai 2.400 unit, satu menara perkantoran, hotel bintang empat dan lifestyle plaza. Harga apartemennya sendiri mulai Rp400 juta sampai Rp1,4 miliar.

“Proyek ini sebagai bentuk komitmen pengembang sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Serpong yang terus tumbuh. Saat ini perpindahan masyarakat terutama kaum milenial menuju kota satelit cukup tinggi, karena memiliki daya tarik dari sisi fasilitas,” katanya.

Apartemen ini menyasar segmen end user, yang merupakan keluarga muda dan milenial. Menurut Bong, kelas pasar ini adalah pasar terbesar dan potensial, namun mereka kesulitan mengumpulkan uang muka dalam waktu singkat.

“Ketika keluarga muda dan milenial ini tengah menabung DP, kendala yang dihadapi adalah harga huniannya keburu naik di saat uang sudah terkumpul. Atau unitnya sudah habis. Jadi kami mencoba untuk solve the problem dengan program yang kita tawarkan,” jelasnya.

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini