JAKARTA - Sebagai mantan pusat perbelanjaan barang elektronik terbesar di Indonesia, Glodok kini tidak lagi menunjukkan taringnya karena semakin ditinggalkan oleh konsumen.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey menilai, redupnya kejayaan Glodok lantaran beragam alternatif tempat berbelanja keperluan elektronik saat ini sudah bertebaran di mana-mana.
"Dulu beli barang pikirannya ke Glodok, sekarang sudah ada perubahan. Perubahan perilaku, masyarakat bisa beli banyak pilihan (tempat), tidak hanya di Glodok," katanya di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (17/7/2017).
Dia mengatakan, saat ini sangat mudah menemukan toko-toko penyedia barang elektronik. Menurutnya, saat ini masyarakat sudah bisa memperoleh barang elektronik di sekitaran rumah mereka. Ditambah toko online yang bertebaran.
"Misalnya daerah-daerah perumahan sekarang ada toko elektronik yang kayak Glodok itu, ada online, alternatif masyarakat sudah tak perlu ke Glodok," lanjutnya.