Image

Masihkah Ada Ruang untuk BI Longgarkan Kebijakan Moneter?

Dedy Afrianto, Jurnalis · Jum'at 21 Juli 2017, 00:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 07 21 20 1741061 masihkah-ada-ruang-untuk-bi-longgarkan-kebijakan-moneter-67trCy2sE0.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) bulan ini kembali memutuskan untuk menahan suku bunga acuan. 7 Days Repo Rate masih dipatok sebesar 4,75%.

BI cukup lama menahan suku bunga acuannya. Beberapa hal pun masih menjadi pertimbangan, salah satunya adalah kebijakan Bank Sentral AS yang berencana akan menaikkan suku bunga acuannya.

Lantas, apakah BI masih miliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuannya?

 Baca juga: Rapat hingga Larut Malam, BI Tahan Suku Bunga Acuan di 4,75%

"Yang jelas policy rate kita masih netral kita jaga suku bunga ini dapat jaga sasaran. Indikator untuk naikkan suku bunga tidak ada tapi kita tidak bisa naikkan suku bunga," kata Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Dodi Budi Waluyo di Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis (20/7/2017).

Menurutnya, kebijakan moneter BI terkait suku bunga acuan selama ini telah efektif menurunkan suku bunga kredit dan deposito. Namun, BI masih perlu berhati-hati dengan mempertimbangkan berbagai keadaan ekonomi global dan domestik.

"Semua data kita pantau. Dengan 4,75% itu bisa capai target inflasi dan bisa jaga nilai tukar.

Dampak suku bunga kredit transmisi kebijakan moneter pada suku bunga masih berlanjut. Baik simpanan atau kredit suku bunga atau turunan meskipun kecil. Per

Mei bunga deposito turun 4 bps, suku bunga Kredit 6 bps. Sejak 2016 sampai mei bunga kredit turun 106 bps, suku bunga deposito 143 bps," ujarnya.

BI pun juga akan tetap fokus untuk mendorong daya beli masyarakat. Diharapkan pencairan gaji ke-13 PNS hingga bantuan sosial dapat berdampak positif bagi peningkatan daya beli masyarakat.

"Untuk dorong konsumsi, stimulasi dari BI adalah menjaga inflasi untuk jaga daya saing dan ini terkait rencana bantuan sosial akan jadi stimulus yang kuat untuk tingkatkan konsumsi. Kita terus lihat data-data yang ada tidak hanya dari domestik dan global," ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini