Share

Perubahan PTKP, Menko Darmin: Justru Menaikkan Daya Beli

Giri Hartomo, Okezone · Jum'at 21 Juli 2017 13:53 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 21 20 1741332 perubahan-ptkp-menko-darmin-justru-menaikkan-daya-beli-3pXOng8imR.jpg Foto: Giri Hartomo/Okezone

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meminta Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) untuk melakukan kajian kembali terhadap kebijakan penghasilan tidak kena pajak (PTKP). Hal ini bertujuan untuk memperluas basis pajak dan bisa mendorong penerimaan pajak.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, dengan adanya revisi PTKP maka tidak akan memengaruhi daya beli. Pasalnya, pajak yang akan dikenakan pajak kepada masyarakat akan lebih mengecil.

"Itu justru menaikkan daya beli, karena jumlah yang dipajaki mengecil, karena (kalau) PTKP naik, jumlah yang tidak dipajaki itu kemudian lebih besar. Berarti sebenarnya pajak yang dikenakan ke dia makin kecil, daya belinya naik," ujarnya saat ditemui di Hotel Mulia, Jakarta, Jumat (21/7/2017).

Darmin melanjutkan, perubahan nilai PTKP tersebut dilihat dari berbagai aspek. Mulai dari perubahan besaran UMP hingga perubahan biaya hidup masyarakat.

"Itu harus diperhatikan perkembangan zaman, termasuk perubahan dari upah minimum, biaya hidup, dan sebagainya. Jadi itu adalah sesuatu yang menguntungkan buat orang banyak, bukan merugikan. Itu menguntungkan," kata Darmin

"Jadi kalau Anda gajinya di bawah UMR, ya tidak bisa dong dipajaki," imbuhnya

Sebelumnya , Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai besaran PTKP yang berlaku saat ini terlalu tinggi. Saat ini, besaran PTKP ditetapkan Rp54 juta per tahun atau Rp4,5 juta per bulan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini