Share

Mungkinkah Batas Gaji Kena Pajak Turun? Ini Kata Menko Darmin

Kurniasih Miftakhul Jannah, Okezone · Minggu 23 Juli 2017 13:44 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 23 20 1742305 mungkinkah-batas-gaji-kena-pajak-turun-ini-kata-menko-darmin-QHCKlNEj9h.jpg Foto: Kurniasih Miftakhul Jannah/Okezone

JAKARTA – Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) di Indonesia ternyata lebih tinggi dibandingkan negara ASEAN lainnya seperti Malaysia dan Thailand. Padahal, pendapatan per kapita di Indonesia tidak terlalu tinggi. Saat ini, batas gaji bebas pajak yang berlaku saat ini sebesar Rp54 juta setahun atau Rp4,5 juta per bulan. Batasan tersebut naik dari semula Rp3 juta per bulan atau Rp36 juta setahun.

Tingginya batas gaji bebas pajak ini tentu mengikis penerimaan pajak di Indonesia. Lantas, mungkinkah batas PTKP diturunkan?

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pada dasarnya belum ada sejarahnya PTKP di Indonesia turun. Justru, revisi PTKP dilakukan untuk menaikkan batas bukan untuk menurunkan. Tujuannya, untuk menurunkan daya beli masyarakat.

“PTKP itu enggak pernah turun, pernahnya naik, jangan salah, PTKP itu diubah bukan untuk turun, tapi untuk naik. dia mengikuti apa? paling tidak upah minimum, karena upah minimum enggak pernah turun,” kata Darmin di Kemenko Perekonomian, Minggu (23/7/2017).

Mantan Gubernur Bank Indonesia ini menjelaskan, kenaikan PTKP sudah pasti menguntungkan rakyat. Namun di satu sisi penerimaan negara akan turun saat PTKP dinaikkan. Untuk itu, pemerintah harus memperbesar basis pajak agar penerimaan tidak turun saat PTKP direvisi naik.

“Penerimaan akan turun kecuali kalau yang bayar pajak makin banyak, jadi yang rugi pemerintah kalau PTKP dinaikkan, yang untung orang banyak, kalau PTKP dinaikkan basis (orang yang bayar) pajaknya harus naik, supaya pemerintah tidak rugi, dia harus cari orang lain bayar pajak supaya bayar pajak,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, biasanya PTKP diubah mengikuti perkembangan UMP. Saat UMP naik, lanjut Darmin, PTKP pasti direvisi naik. “Tidak pernah rugi rakyat kalau PYTP dinaikkan terus, yang rugi pemerintah, naik turun (PTKP) itu repot, (PTKP) itu enggak mungkin, kalau sudah sekali naik enggak mungkin turun. PTKP itu enggak mungkin turun, pernahnya naik,” tukas dia.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini