Market Share Perbankan Syariah Indonesia Hanya 5,3%, Jokowi: Di Malaysia Sudah 23,8%

Dedy Afrianto, Jurnalis · Kamis 27 Juli 2017 18:21 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 27 320 1745134 market-share-perbankan-syariah-indonesia-hanya-5-3-jokowi-di-malaysia-sudah-23-8-p0BISq04D5.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA - Market share atau pasar perbankan syariah di Indonesia masih tergolong rendah. Pada 2016, pasar perbankan syariah di Indonesia hanya mencapai 5,3%.

Indonesia pun seharusnya mampu meningkatkan market share dari perbankan syariah di Indonesia. Pasalnya, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia.

"Masih banyak sekali peluang yang masih bisa kita manfaatkan karena pasarnya sangat besar. Akan tetapi pasar perbankan syariah pada tahun 2016 baru mencapai 5,3%, masih kecil sekali, baru 5,3% terhadap seluruh aset industri perbankan nasional kita," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (27/7/2017).

Besarnya jumlah penduduk Muslim di Indonesia pun perlu dimanfaatkan untuk mengembangkan industri keuangan syariah. Jika tidak, maka kesempatan ini bisa saja diambil oleh negara lainnya.

Menurut Jokowi, jika dibandingkan dengan negara lainnya, market share perbankan syariah di Indonesia masih sangat rendah dibandingkan negara lainnya. Bahkan, market share perbankan syariah di negara tetangga seperti Malaysia telah mencapai lebih dari 20%.

"Capaian ini masih berada jauh di bawah negara-negara lain. Misalnya di Arab Saudi sudah mencapai 51,1%, sudah besar, di Malaysia sudah mencapai 23,8%, sudah cukup besar, dan di Uni Emirat Arab sudah mencapai 19,6%," jelasnya.

Indonesia dengan besarnya jumlah penduduk Muslim diyakini dapat terus menggenjot pertumbuhan industri keuangan syariah. Jokowi pun menekankan bahwa sudah saatnya Indonesia menjadi pusat keuangan syariah dunia.

"Tapi ini belum kejadian. Saya yakin, insya Allah saya optimis jika industri keuangan syariah betul-betul kita dorong, betul-betul terus kita perkuat, betul-betul terus kita kembangkan, maka keuangan syariah akan dapat menjadi salah satu solusi utama dalam pembiayaan pembangunan di negara kita," ujarnya.

Menurut Jokowi, jika dikembangkan, industri keuangan syariah diyakini dapat berdampak positif pada pembangunan proyek infrastruktur. Beberapa di antaranya adalah pembangunan ekonomi umat, pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan, pembangunan pembangkit listrik, maupun dalam pembiayaan-pembiayaan program pengentasan kemiskinan dan mengurangi ketimpangan sosial.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini