PLN Ingin Serap Gas Masela, Arcandra Tahar: Mereka Butuh untuk Listrik!

Feby Novalius, Jurnalis · Minggu 30 Juli 2017 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 30 320 1746594 pln-ingin-serap-gas-masela-arcandra-tahar-mereka-butuh-untuk-listrik-JtwIf4624H.jpg Arcandra Tahar: (Foto: Situs Kementerian ESDM)

JAKARTA - Pasca kabar mundurnya PT Pertamina (Persero) sebagai penyerap gas dari proyek pengembangan Blok Masela, muncul nama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) yang menyatakan minatnya untuk menyap gas dari pipa Lapangan Abadi Gas tersebut.

Perusahaan Listrik Negara (PLN) dikabarkan akan menyerap gas sebanyak 60 mmscfd untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU).

Menanggapi rencana perseroan tersebut, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakanan, masuk atau tidaknya PLN sebagai penyerap gas, tentu jika dilihat dari pengembangan wilayah Masel tentu membutuhkan listrik.

"Pengembangan wilayah dalam rangka pengembangan wilayah maka memerlukan listrik atau tidak, nah itu dia,"tuturnya, di Kementerian ESDM, Jakarta, Minggu (30/7/2017).

Arcandra pun enggan untuk membenarkan rencana perseroan tersebut. Menurutnya dia, dalam pengembangan suatu wilayah tentu memerlukan kebutuhan bahan bakar untuk memenuhi kebutuhan listrik di daerah setempat.

"Dalam pengembangan wilayah kita perlu listrik, nah itu," singkatnya.

Sebelumnya, dalam rangka melistriki desa di wilayah desa di wilayah Papua dan Maluku, PLN memfokuskan untuk membangun PLTG. Hal ini disesuaikan dengan sumber daya alam di wilayah Indonesia yang kaya akan gas.

"Di sana ada sumber gas Tangguh dan Masela dan ini jadi pengganti apabila bauran energi terbarukan tidak tercapai. Karena itu di bagian timur di fokuskan pengembangan gas,"ujar Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua Haryanto WS.

Haryanto mengatakan, daerah atau desa yang akan dilistriki menggunakan sumber gas di antaranya Ambon, Nabire, Timika, Sarmin, Merauke, Jayapura. Kemudian Ternate, Seram, Tobelo, dan Halmahera.

"Ke depan pembangkit yang dikembangkan di Maluku dan Papua di wilayah itu adalah gas," ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini